Waktu Habis Satu Al-Qur’an

Suatu hari dalam suatu obrolan dengan Ama (nenek),

Ama: Rin, kau kalo baca alQur’an habis berapa lama?
Aku: …. terdiam
Ama: Ama itu habisnya dua setengah bulan Rin, itu kelamaan ya?
Aku: masya Allah. Nggak lama Ama, itu udah bagus banget. Itu termasuk cepet Ama. Kalau mau lebih cepat lagi ya bisa juga.

Jadi, siang itu sebenernya obrolan biasa aja. Tapi obrolan Ama bikin cucunya ini malu, betapa Ama dengan gigihnya menghabiskan AlQur’an, meski ia tahu akan lama banget habisnya, yaitu tadi dua setengah bulan. Seingatku, dulu Ama pernah tanya juga “apa gak apa2 Rin kalau satu AlQur’an habisnya 3 bulan? Apa boleh?” Subhanallah, aku bingung jawabnya. Salut tentu saja, dan miris rasa tak sanggup jawab pertanyaan itu. Dan sekarang dua setengah bulan, kemajuan lagi dari tiga bulan, maka aku bilang -tadi- termasuk cepat.

Yang aku miriskan, orang seperti Ama yang dua setengah bulan habis membaca AlQur’an dengan kemampuan maksimalnya, sedang aku atau siapa saja mungkin diberi kemampuan untuk sanggup membaca AlQur’an dua setengah bulan bahkan kurang dari itu TAPI TIDAK MELAKUKANNYA (di atas segala kekuatan dan kemampuan, sementara Ama di atas segala kelemahan dan keterbatasan -karena usianya-).

Semoga Allah melindungi Ama dari segala keburukan, mohon doanya semoga Allah selalu menjaga Ama (nenekku). Semoga ini jadi pahala Ama karena sudah memotivasi kita di sini untuk membaca Al-Qur’an. 🙂

DIY Coffee Scrub

Bismillah. Sebenernya apapun inti dari scrubnya, yang kamu butuhkan agar bikin kulit terasa lembut adalah memijatkan scrubnya ke kulit dengan tekanan yang kuat. Dengan begitu scrubnya akan bereaksi. Kalau bahan yang digunakan, bisa aja berbeda-beda tergantung manfaat yang ingin dicari aja. Aku gak begitu tau manfaat kopi buat tubuh itu apa, selain menghilangkan selulit kalau dipakai secara rutin.

DIY Coffee Scrub. Buat sendiri lulurmu…

Baiklah, lulur itu tidak harus selalu mahal, tergantung tujuan dari penggunaan lulur tersebut. Misalnya ingin menghaluskan kulit, cukup menggunakan bahan yang murah dan mudah, bahkan wangi yang enak.

Langsung saja ya.

Bahan:
– 4 sdt kopi asli
– 1 sdm minyak zaitun
– air panas/hangat secukupnya. sampai semi-kental.

Campurkan setiap bahan dalam wadah kecil, lalu aduk.
Gosok dan pijatkan lulur tersebut pada tubuh.

Cara ini mudah dan membuat kita tidak malas untuk melakukan lulur. Bahannya mudah banget dan nggak sampai 1 menit pembuatannya. Saat tubuh masih kering sebelum mandi, mulailah melakukan scrub ke seluruh tubuh kecuali wajah, bilas dengan air sampai bersih dan silakan memakai sabun seperti biasa. Bisa juga rutin dilakukan untuk kalian yang ingin persiapan pernikahan. Tapi harus rutin ya, agar hasilnya lebih maksimal. Oh iya, scrub jangan sering-sering ya, ada kulit yang sensitif, setiap orang harus mengukur dirinya sendiri seberapa kulitnya bereaksi setelah penggunaan scrub.

Soal Memilih Tempat Liburan

Gambar

Saya pernah ke berbagai tempat liburan bersama keluarga. Seperti keluarga kebanyakan, kami juga terkadang menikmati liburan bersama-sama. Dari berbagai tempat dan suasana yang didapat saya cukup belajar beberapa hal dari pengalaman. Saya pernah merasakan liburan ke luar negeri sekali, juga pernah ke Bali sekali, juga pernah ke Sengkaling dan Selecta yang notabene murah dan itu letaknya tak jauh dari tempat tinggal kami. Dari tempat-tempat itu cukup belajar beberapa hal. Bahwa di liburan bersama keluarga itu sebenarnya kita mencari hal-hal berikut:

  1. Perasaan senang ketika bisa melihat wajah ayah, ibu, kakak dan adik puas.
  2. Perasaan senang ketika masing-masing dari kami bisa menikmati waktu bersama.
  3. Perasaan senang ketika kita bisa ‘dengan tenang’ duduk atau berdiri menikmati suasana dan kebersamaan, bukan seru sendirian seperti nonton di bioskop, naik roaler coaster, atau hiburan yang dinikmati sendirian.
  4. Menghirup udara yang sama dengan keluarga kita, saling berbagi, bercanda, dan perasaan-perasaan happy
  5. Banyak hal lain yang bukan dilihat dari mahal atau murahnya tempat liburan.

Jadi, sebenarnya tempat liburan tidak harus selalu mahal atau menghabiskan banyak uang. Tak menunggu uang terkumpul, siapin aja bekal dan tempat tujuan yang nyaman meskipun gratis. Hmm, gratis itu misalnya sekedar menikmati pemandangan danau, sekedar bermain di taman kota, alun-alun kota, dll. Yang terpenting adalah kebersamaan, yang efeknya jadi semakin mengetahui apa yang menjadi minat saudara/saudari/anak/ortu kita yang belum pernah kita tau sebelumnya.

Kebaikan Orang Tua

Semakin kita dewasa semakin kita menyadari bahwa orang tua kita bukanlah yang paling sempurna dibanding orang tua lainnya. Tetapi, ada hal yang selalu kita syukuri dan membuat orang tua kita selalu terlihat sempurna. Hal itu adalah bagaimana mereka menjalankan agama, itulah yang membuatku bersyukur. Meskipun tidak sempurna, tetapi apa yang mereka bawa dari agama itulah yang aku bersyukur mereka bisa miliki.

Begitupun kita kelak, jika kita menjadi orang tua, jadilah orang tua yang beragama dan memiliki akhlak yang baik. Karena, ketika anak kita tumbuh dewasa, mereka akan mendapati kita dengan agama dan akhlak yang kita miliki. Ketika kita berpegang kepada agama dan belajar menerapkan akhlak yang mulia, seperti berlemah lembut dan berkasih sayang, tak ada pilihan bagi anak selain menilai kita dari sisi agama, dan mengeyampingkan penilaian dari sisi dunia.

Mengingatkan

Apa yang kamu rencanakan untuk hari ini? Apa yang kamu rencanakan untuk hari esok? Banyak orang yang dianggap cerdas karena berpikir panjang, sudah bisa memprediksi dan berencana 15 sampai 20 tahun ke depan apa yang terjadi dan apa yang dilakukan. Menabung dengan seksama, mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk hidup di 15 atau 20 tahun yang akan datang. Apakah orang tersebut memang cerdas? Atau apakah parameter cerdas yang terbaik??

Alhamdulillaah kita sebagai muslim, punya parameter tersendiri terhadap kecerdasan. Kita juga tak boleh lemah dan harus bersikap kuat, kita juga butuh rencana untuk 15 sampai 20 tahun lagi, tetapi….apa yang lebih dari itu semua? Umat muslim telah jauh lebih cerdas dari kebanyakan orang. Seorang muslim, hendaknya tidak usah tergiur dengan orang-orang yang pandai berencana dan terlihat ‘wah’ karena merasa punya ‘segalanya’ di dunia. Lihatlah, bagaimana Islam memposisikan kecerdasan.

 Ibnu Umar berkata,

كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ، فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا» ، قَالَ: فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ؟ قَالَ: «أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا، وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ

“Suatu ketika saya pernah bersama Rasulullah lalu datanglah seorang laki-laki dari kaum Anshor. Dia mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu ‘alahi wasallam lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, muslim manakah yang paling utama?” Rasulullah menjawab, “Yaitu yang paling baik akhlaqnya”. Dia bertanya lagi, “Lalu muslim manakah yang paling cerdas? Rasulullah menjawab, “Yang paling banyak mengingat kematian dan paling bagus persiapannya untuk kehidupan yang berikutnya (setelah kematian). Mereka itulah orang-orang yang cerdas HR Ibnu Majah 4259. Dihasankan syaikh Albani

Orang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian. Dengan ingat kematian, kita jadi berpikir amal apa yang hendak di bawa. Otomatis, kita jadi berpikir tentang kehidupan setelah kematian yang amat panjang masanya. Lebih cerdas dari kebanyakan orang, ia telah berpikir ribuan, bahkan jutaan tahun yang akan datang. Bekal, bekal apa yang dibawa…

Selain itu, dengan ingat kematian, kita jadi bisa berpikir jauh ke depan. Kita tak berleha-leha dengan waktu. Kita bekerja dengan giat siang dan malam, karena percaya bahwa hari ini adalah bekal seterusnya. Segala hal duniawi yang amat hina, dapat menjadi berharga karena diniatkan untuk akhirat. Sungguh indah ya… tapi, belum tentu penulis telah melakukannya. Penulis hanya bisa mengingatkan 😦 dan harapannya semoga penulis pun demikian.

 

Referensi Bahan Ajar Anak

Berikut ini adalah referensi yang saya temukan. Jika ada yang ingin menambahkan maka saya akan sangat senang. Tetapi, ada referensi yang belum saya baca atau buka, mohon koreksi jika ada salah 🙂

Buku Islam

  1. Menanti Buah Hati & Hadiah Untuk yang Dinanti – Abdul Hakim bin Amir Abdat – Pustaka Mu’awiyah bin Abi Sufyan, Jakarta
  2. Mendidik Balita Mengenal Agama – Asadulloh Al-Faruq – Kiswah Media
  3. Metode Pendidikan Anak Muslim Usia Pra Sekolah – Abu Amr Ahmad Sulaiman – Darul Haq
  4. Di Bawah Asuhan Nabi – Muhammad Thalib – Hidayah Ilahi
  5. Tumbuh di Bawah Naungan Ilahi – Syaikh Jamal Abdul Rahman – Media Hidayah
  6. Kado Sang Bayi/Tuhfatul Maudud bi Ahkaamil Mauluud – Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah – At-Tibyan

Blog Inspiratif

  1. http://cizkah.com/
  2. http://ummiummi.com/
  3. http://bam.raudhatulmuhibbin.org/
  4. http://www.rumahbunda.com/
  5. http://ummuhafiz.tumblr.com
  6. http://abdullahharits.wordpress.com/
  7. http://ervinaaz-zahra.blogspot.com/
  8. http://niningdwi.wordpress.com/
  9. http://rhainy.wordpress.com/
  10. http://mamaray.wordpress.com/
  11. http://ummuaisyahalbatami.blogspot.com/
  12. http://ummuyusufabdurrahman.wordpress.com/
  13. http://notesdina.com/

Bahan Bacaan Bagus

  1. http://www.buahdansayur.com/
  2. http://www.fiqihwanita.com/
  3. http://www.caramenanam.com/

Twitter 

  1. https://twitter.com/anakjugamanusia
  2. https://twitter.com/WajahBundaID
  3. https://twitter.com/rumah_inspirasi
  4. https://twitter.com/ParenThink
  5. https://twitter.com/theurbanmama
  6. https://twitter.com/mommeworld
  7. https://twitter.com/MotherBabyInd
  8. https://twitter.com/MOM_ID
  9. https://twitter.com/MamaKokiHandal
  10. https://twitter.com/museumceria
  11. https://twitter.com/HiddenParkID
  12. https://twitter.com/wholesomebaby
  13. https://twitter.com/EarthMamaHQ
  14. https://twitter.com/parenting
  15. https://twitter.com/milispopokkain
  16. https://twitter.com/SunnyHomeschool
  17. https://twitter.com/NGKids

Blog Homeschooling
Dari blog homeschooling, kita bisa mendapatkan sumber bahan ajar, tentunya dengan kepintaran orang tua dalam memilih bahan ajar apa yang pas untuk anaknya. Meskipun tidak menerapkan homeschooling di rumah, namun rumah tetaplah sekolah nomor satu bagi anak. Jadikanlah rumah adalah sekolah yang amat menyenangkan, yang akan dikenang anak karena masa kecilnya yang indah berisi ilmu yang bermanfaat. Selamat memilah!
ps: berikut ini belum dikategorikan karena belum sempat dibuka-buka linknya, mungkin akan dikategorikan untuk memudahkan.

  1. http://lifewithmoorebabies.blogspot.com/
  2. http://drvaniya.com/?page_id=2964
  3. http://www.mini-mumin.com/
  4. http://www.ad-duha.org/
  5. http://ummihomeschoolsme.wordpress.com/
  6. http://ummiscircle.blogspot.com
  7. http://habeebeehomeschooling.wordpress.com/
  8. http://ummrashidwrites.blogspot.com/
  9. http://alwayslearningresources.wordpress.com/
  10. http://islomiyoila.blogspot.com/
  11. http://amuslimchildisborn.blogspot.com/
  12. http://ummmaimoonahrecords.blogspot.com/
  13. http://www.modernparentsmessykids.com/
  14. http://umm-adam.blogspot.com/
  15. http://classroomfree.blogspot.com/
  16. http://omarmariam.irsyad.sg/
  17. http://kids.islamweb.net/
  18. http://worksheetsforkids.net/
  19. http://portalworksheets.com/
  20. http://bizzi-he.blogspot.com/
  21. http://nadiaschooldays.wordpress.com/
  22. http://kalamullah.com/learning-arabic.html
  23. http://www.islamguiden.com/arabic/eindex.html
  24. http://www.as-sidq.org/durusulQuran/zenglish/durusulquran1.html
  25. http://www.islamicplayground.com/scripts/prodview.asp?idproduct=46
  26. http://www.backspace.com/is/in/the/house/work/index.html?cell=c&othercell=http://www.backspace.com/is/in/the/house/work/pg/arabic.html
  27. http://tajweedinenglish.com/
  28. http://www.talibiddeenjr.com/
  29. http://www.yemenlinks.com/Arabic_Download.htm
  30. http://www.eduplace.com/ss/maps/  – Geografi
  31. http://www.face-online.org.uk/
  32. http://gorgeousgeography.wordpress.com/
  33. http://www.mountain.org/education/
  34. http://www.yourchildlearns.com/
  35. http://www.engineeringinteract.org/   – Science
  36. http://www.aboutkidshealth.ca/En/Pages/default.aspx
  37. http://www.iop.org/
  38. http://www.abpischools.org.uk/
  39. http://www.naturedetectives.org.uk/
  40. http://www.periodicvideos.com/
  41. http://www.schoolscience.co.uk/
  42. http://www.zephyrus.co.uk/index.html
  43. http://www.science-spark.co.uk/
  44. http://www.arkiveeducation.org/
  45. http://www.cimt.plymouth.ac.uk/ – Math
  46. http://www.conquermaths.com/
  47. http://nces.ed.gov/nceskids/createagraph/default.aspx
  48. http://nlvm.usu.edu/en/nav/frames_asid_202_g_3_t_1.html
  49. http://www.mathsphere.co.uk/resources/
  50. http://www.freestylelearning.blogspot.com/ – Home Educate
  51. http://homeedsweden.blogspot.com/
  52. http://www.homeschoolshare.com/
  53. http://thehappyscientist.com/members/experiment-videos
  54. http://www.raisinggodlytomatoes.com/
  55. http://belladia.typepad.com/crafty_crow/ – (Crafty)
  56. http://www.homeschoolhelperonline.com/
  57. http://www.currclick.com/
  58. http://www.enchantedlearning.com/Home.html
  59. http://qaaidatun-noor.webs.com/
  60. http://sahaba.net/
  61. http://www.senteacher.org/print/ – (matterial)
  62. http://www.stimuluslearning.co.uk/freestuff.html
  63. http://www.freestylelearning.blogspot.com/
  64. http://minara-homeschoolhome.blogspot.com/
  65. http://thehomeschoolummi.blogspot.com/
  66. http://thehomeschoolblogger.blogspot.com/
  67. http://independent-learners.blogspot.com/
  68. http://www.muslimhomeschooler.com/
  69. http://www.islamichomeeducation.co.uk/
  70. http://www.patchofpuddles.co.uk/
  71. http://thethinkingmother.blogspot.com/
  72. http://islamic-homeschool.blogspot.com/
  73. http://lifetimelearning-ummee.blogspot.com/
  74. http://muslimhomeschoolinamerica.blogspot.com/
  75. http://ummjlk.wordpress.com/
  76. http://raisingmuslims.wordpress.com/
  77. http://simplyhomeschooling.wordpress.com/
  78. http://talibiddeenjr.wordpress.com/
  79. http://ummabdulbasir.wordpress.com/
  80. http://yemenlinks.com/blog/
  81. http://lovingallah.blogspot.com/
  82. http://stepstohislove.wordpress.com/
  83. http://homefrontlines.blogspot.com/
  84. http://thehomeschoolummi.blogspot.com/
  85. http://zoofullofboys.blogspot.com/
  86. http://jamilascreations.blogspot.com/
  87. http://schoolingandhome.wordpress.com/
  88. http://www.majalahjustforkids.com

(Tetap) Menulis

Mungkin saya ini harus banyak latihan menulis di sini, walau tulisan di sini tak ada yang layak untuk dibaca :p Paling tidak bisa untuk latihan menulis, sampai bahasanya (lebih layak untuk dibaca orang 😀 lebay). Atau paling tidak, blog ini (insya Allah) jadi catatan perkembangan anak (kelak). Aamiin.

Edisi Perjalanan Singkat Ke Jember

Perjalanan ke Jember dari Malang adalah perjalanan pengalaman yang tak terlupa. Bukan karena kota ini luar biasa. Tapi karena pengalaman ke sebuah kota baru selalu membawa kepada orang-orang baru, dan selalu memiliki kesan di hati serta cerita yang dikenang. Perjalanan selama 7 jam menggunakan bis, menginap di sebuah wisma nyaman yang cukup besar tapi hampir tak berpenghuni, selalu update stok botol air karena kami seperti dua unta yang kehausan :P, sedikitnya stok baju yang kami bawa membuat kami sibuk jalan-jalan sekaligus mencari laundry :), lalu mengenal orang-orang yang baik, jajan oleh-oleh di area sekitar, melihat universitas Jember, shalat di masjid pinggir jalan, cukup memuaskan rasa penasaran tentang kota satu ini. Mengunjungi saudara adalah agenda utama, walau hanya sesaat semoga lain waktu bisa berjumpa lagi.
Selebihnya juga justru menarik, makan di bakso leo yang merontokkan semua memori tentang makan bakso selain di bakso satu ini, lalu diajak juga makan soto yang menggugah selera ala kota Jember, berkeliling di dalam kota dan melewati jalan yang sama meski berulang kali, adalah sedikit memori tentang kota Jember. Puas sudah berkeliling di Jember, meskipun tentu masih banyak tempat yang ingin kami jelajahi. 😉

Belajar

Ketika Allah telah memberikan keluasan waktu, tenaga, rezeki, akal, dan kesehatan, juga sarana untuk dapat belajar, amat sangat merugi bila tidak digunakan untuk belajar. Menuntut ilmu. Yuk belajar!

Bekasi, 29 Mei 2015

unnamed (1)

Perjalanan Ke Blitar

Perjalanan ke Blitar dari Kota Malang sekitar Bulan Agustus 2014 lalu adalah perjalanan yang tak terlalu panjang. 1 Jam menembus kota, 1 jam lagi menembus panorama pedesaan yang membentang dibagian selatan kota Blitar. Masuk ke pedalaman Blitar membawa memoriku tentang perjalanan pulang ke kampung halaman seperti cerita-cerita di dalam buku saat SD dulu. Cuaca yang sejuk, langit yang cerah, kanan dan kiri terdapat bentangan sawah, menembus pepohonan di bawah terik matahari, sesekali bertemu jurang, dan melewati panorama pegunungan yang indah. Mobil kami tidak melaju terlalu cepat, maklum baru pertama kali ke area ini. Tapi jadinya, kami dapat lebih lama menikmati pemandangan di sekeliling.
unnamed

Semakin jauh, kami semakin menemukan banyak rumah-rumah di kanan dan kiri, meninggalkan area sawah dan pepohonan. Dan kini pemandangan sekeliling berganti rumah-rumah di dukuh setempat. Sampailah kami di rumah yang dituju. Rumah yang memasukinya melalui jalanan yang cukup terjal. Tapi ketika sampai di pekarangan rumahnya, langsung disuguhi area taman rumput yang luas, disekelilingnya terdapat kebun dari berbagai jenis tanaman.
Memang udara di sini tidak terlalu dingin, tapi terasa bersih dan sejuk. Masuk ke rumah tersebut, kami disuguhi dengan minuman teh dan jajanan untuk mengganjal perut kami. Tak hanya mengobrol dan disuguhi saja, kami diajak untuk berkeliling melihat areal perkebunan coklat. Ya, di sini banyak ditanami coklat. Selain itu, berbagai jenis tanaman cocok ditanam di sini, seperti kelapa, pisang, cabai, aneka jenis sayur, dll. Pulanglah kami dengan membawa satu plastik besar coklat, ditambah dua kardus berisi kelapa dan pisang. Sungguh sebuah perjalanan yang tak disangka, menggembirakan hati kami yang merindukan suasana seperti ini. Yang dahulu hanya tergambar di memoriku, namun kini muncul menjadi kisah nyata.

Kembali teringat pernah juga posting di blog ini, judulnya mimpi orang yang tinggal di kota.

Aku ingin menempuh jalan baru.. bertemu wajah-wajah baru.. merasakan angin, awan, hujan, bunga-bunga di taman, melihat burung, bintang, kunang-kunang, mendengar suara ayam, sapi, kambing, dan kerbau.. menanam jagung, cabe, kacang, dan pisang.. Naik unta, kuda, dan gajah..

Bergelayutan di akar pohon, menggiring bebek dan kambing, memandikan sapi.. Aku ingin di pantai, menyentuh air, merasakan deburan ombak.. melihat ke laut, melihat senja, hanya melihat…

Alhamdulillah, sebuah bayangan yang aku tulis, yang kini sedikit terealisasi dalam kehidupan nyata. 🙂

Suasana Yang Paling Aku Inginkan…..

Suasana yang paling aku inginkan adalah….. sederhana saja, dan mungkin tidak terlalu mahal….yaitu…. duduk di kursi dengan meja dari kayu… Ada jendela yang lebar tanpa sekat, sehingga bebas melihat apa yang ada di luar sana…. Di dekat jendela, ada beberapa vas berisi tanaman dan airnya….Sehingga menambah suasana yang menyejukkan ruangan…. Ruangan juga bisa menjadi terang tanpa sinar lampu, tetapi cahaya alami yang masuk dari jendela itu…. Ada secangkir atau satu mug minuman hangat, lalu membaca atau belajar dari buku atau mendengar rekaman kajian…. Berjam-jam dihabiskan untuk menelaah. Ada rak buku di dekatnya, sehingga bisa langsung mengambil buku yang ingin dibaca…. Ada karpet dengan sedikit bantal-bantal di sebelahnya untuk pilihan jika ingin duduk atau bersantai menyelonjorkan kaki….. lebih bagus lagi kalau karpetnya lebar, sehingga masih menyambung hingga meja, lebih nyaman untuk yang duduk di kursi, sehingga ketika ia duduk kakinya menyentuh karpetnya….

Ini adalah bayangan tentang ruang perpustakaan keluarga…. tempat di mana bisa belajar dan bersantai… Tenang dan nyaman…. I wish someday 🙂 Klo gak di dunia, semoga di akhirat merasakannya 😀

#tulisan ini sebenernya udah lama banget di draf, sayang kalo cuma disimpen.

Menjadi Seorang Ibu Itu……

Menjadi seorang ibu rumah tangga itu pekerjaan mulia, ibu bukanlah seperti seorang pembantu yang bekerja dengan tangannya saja. Ketika ibu mencuci, ia mencuci dengan hatinya, hatinya menginginkan kebersihan untuk keluarganya. Ketika ibu memasak, ia tidak memasak dengan tangannya, ia memasak dengan hatinya, menginginkan kesehatan untuk keluarganya. Tetapi, menjadi seorang ibu, tidak harus waktunya tercurah untuk pekerjaan rumah tangga. Seorang ibu, memiliki waktu yang banyak untuk keluarga. Sambari memasak, ia bisa mengobrol dengan putra atau putrinya, mencurahkan perhatiannya padanya, sejenak menghentikan proses memasak misalnya. Seorang ibu, juga harus tumbuh dan belajar, sehingga semakin pandai dari waktu ke waktu.

Memang sangat keren, mengetahui ada seorang ibu yang pandai mengurus rumah tangga dengan kedua tangannya tanpa bantuan orang lain. Mulai dari mencuci, memasak, dan seluruh urusan rumah tangga. Lalu masih punya waktu menemani keluarga. Tapi dalam benakku, lebih keren lagi, seorang ibu yang dapat menjadikan pekerjaan rumah tangga menjadi menyenangkan dikerjakan bersama anggota keluarga, sehingga seluruh anggota keluarga terlibat dalam pekerjaan tersebut, memiliki porsi dan kepercayaan dari ibu. Dari situ, akan lahir sikap mengutamakan saudaranya di atas keinginannya sendiri. Akan mudah nantinya melakukan sesuatu di atas inisiatif sendiri (karena sering dikasih kepercayaan, tentu akan lebih percaya diri). Juga, dari situ, akan lahir perasaan kasih sayang di antara satu dengan yang lainnya, karena ada sikap saling membutuhkan dan perasaan ‘aku tak mampu mengerjakan semua sendirian kalau bukan tanpamu, keluargaku’, dan juga, tiap anggota keluarga merasa bahwa dirinya dicintai dan diharapkan kehadiran dan perannya.

Menjadi ibu itu…. tidak berarti harus masak terus, di dapur terus.
Seorang ibu masih bisa membaca buku, belajar agama, membuka internet, bergaul bersama teman-temannya yang shalihah…
Seorang ibu mendidik anak-anak, meluangkan waktu santai mengobrol bersama mereka, memperhatikan kebutuhan psikologis dan jiwanya…
Seorang ibu punya waktu untuk sendiri, bermuhasabah, dan merenung… dan beribadah
Seorang ibu tidak hanya mencuci baju, menyapu, mengepel, memasak, dan menyikat kamar mandi…
Tapi seorang ibu juga terlibat di dalam perbincangan anak-anaknya.. itu adalah peran terbesarnya..
Seorang ibu juga punya waktu untuk menulis dan membaca, serta meningkatkan keimanan…
Seorang ibu punya waktu untuk berkumpul bersama teman, meski hanya selepas kajian…
Seorang ibu yang juga menjadikan suaminya tempat berlabuh dan bekerjasama, bersenang-senang bersama setelah seharian sama-sama berlelah-lelah…
Seorang ibu yang juga menyayangi suaminya, mengobrol dengannya, bertukar cerita, cerita apa saja…. asalkan saling menjadi pendengar setia….
Seorang ibu bisa menjadikan tugas rumah tangga menjadi pekerjaan yang menyenangkan….
Bukan pekerjaan yang menyulitkan…..
Sebuah pekerjaan harian yang tidak tercela untuk dikerjakan siapa saja bersama anggota keluarga….
Semua dapat terlibat dan dapat dipercaya bekerja di rumah….
Karena seorang ibu menyadari bahwa anggota keluarganya juga tinggal di tempat yang sama…
Mereka punya hak untuk mengorganisir rumah menjadi lebih indah dan sedap dipandang….
Maka kelak anak-anak dan suamiku akan melakukan itu denganku.. meski suamiku menjadikan waktunya sebagian besar untuk mencari nafkah dan aku berada di rumah…. sehingga jika pekerjaan rumah dapat lebih cepat selesai, kami bisa sama-sama memiliki waktu untuk belajar atau lebih leluasa melakukan hal lainnya, bersama.
Karena nilai kebersamaan itu yang lebih penting……
Jadi kami sama-sama bisa belajar, belajar Islam, me-recharge energi untuk belajar…
Sehingga…..
Ada waktu untuk bersama belajar….
Ada waktu untuk bersama mengaji…
Ada waktu untuk bersama membaca buku…
Ada waktu untuk bersama beribadah…
Ada waktu untuk bersama belajar pelajaran sesuai kurikulum anak dan meningkatkan kemampuan duniawi….
Ada waktu untuk bersama untuk refreshing..jalan-jalan….
Ada waktu untuk membantu satu sama lain mengerjakan tugasnya atau kesibukan salah satu anggota keluarga…
Harapannya, jika semuanya bekerjasama, tentu akan tumbuh rasa kasih sayang dan dari situ akan mulai tumbuh dan mengakar kuat perasaan ingin mengutamakan saudaranya… 🙂

ditulis
29 Juli 2014 – dengan banyak perubahan 🙂

Pantai Itu…..

Saya menantikan hari, dimana saya bisa duduk menghadap pantai, diam, dan berpikir. Melihat ombak, merasakan terpaan angin, mendengar suara deburan ombak, melihat kapal dari kejauhan, menerka apa yang ada di ujung pantai, dan lainnya. Bersama seseorang yang bisa diajak untuk diam dan berpikir juga. Melihat ke arah yang sama, mungkin memikirkan hal yang berbeda. Melihat ciptaan-Nya. Banyak pelajaran dan sepertinya banyak sekali kenyataan hidup serta tentang pertanggungjawaban kepada Allah, yang dapat kita rasakan. Pantai bisa menyiratkan bahagia, bisa juga sedih. Ya, saya menantikan hari, di mana berwisata tidak harus banyak celoteh, ketawa-ketawa, makan-makan, dan foto-foto saja. Tetapi bisa juga, duduk termenung, melihat ciptaanNya. Saling bertukar pikiran, mengingatkan tujuan hidup, menambah semangat, keyakinan, kemantapan. Ya, akan menjadi cerita berharga.

Wismaku Surgaku.

17.53 * 31.05.13

Flashback: Tentang Skripsi

Really excited day by day. Hehe. alhamdulillah. kalau semangat itu senang ya kawan. Saat menulis ini, aku sedang berada di dalam perpustakaan pusat, di perpustakaan thesis. Hari ini alhamdulillah stamina kembali fit. Aku juga sudah kurang peduli sama harapan-harapan aku, aku kesampingkan dulu. Karena, ya, setelah berlalu waktu aku ditunjukkan juga oleh Allah kalau banyak fenomena di luar sana yang kurang baik. Sehingga, aku lebih ingin dan semakin mantap untuk bersandar pada Allah saja, karena Dia Yang Maha Tahu untuk kebaikan kehidupan hamba-Nya. Semoga keluargaku dijaga dan gak ada kasus apa-apa.

Juga, aku dipermudah sekali dalam pengerjaan bab 2, 3, 4 ku. Rasanya aku bisa menyelesaikannya dengan cepat. Oh cuma beginii toh, begitu tanggapanku setelah konsul dengan dosen. Aku tak menyangka seperti ini, karena dulu bab 1 gak pernah mikir seperti apa bab 2, 3, 4 ku akan kulalui, apakah akan menempuh waktu yang lama seperti bab 1. Mungkin ini bukanlah hal yang harus dikagetkan ya. Aku masih ingat ketika guru BimBel Nurul Fikri bahasa inggrisku pas kelas 3 SMA, beliau cerita bahwa nanti saat kita dapet Univ dan jurusan yang bagus, kita gak usah terkaget-kaget sampe jantungan. Biasa aja. Dan kalau kita gak dapet di jurusan mana-mana juga jangan kaget terus ingin bunuh diri. Kita ini gak yakin kah dengan takdir Allah? Bukankah Allah sudah menyiapkan segalanya setelah kita bertawakkal? Bukankah Allah memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya? Kita gak usah terkaget-kaget sampai tidak percaya bahwa kita mendapatkan sesuatu.

Sebenernya dari situ, aku mulai berpikir tentang takdir. Hidayah dari Allah lewat guru bahasa inggris itu. Nah, bahwa soal takdir bahwa bab 1 ku ini nggak lancar, sama sekali aku gak sedih atau iri dengan temen-temen yang bisa lulus cepat. Mungkin kalau sempet tertekan iya, karena aku memikirkan keluargaku di rumah, mereka yang biayain aku selama ini. Lalu aku juga udah ditanya-tanya sama family aku di surabaya, malang. Malah ada yang ngira aku itu udah lulus hehehe :p.

Aku gak bilang bab 1 itu susah. Semua upaya bisa dilakukan untuk bisa jadi mudah dengan usaha dan doa, tau langkah-langkah pengerjaan Bab 1. Tetapi, yang aku alami bahwa bab 1 ini lama di aku, itu memang di luar kuasaku. Aku bisa bilang bahwa membuat bab 1 itu mudah dan bisa cepat, tapi aku nyatanya tidak bisa melakukannya, meski di otakku sudah tergambar bagaimana mengerjakannya, datanya sudah siap. Belum lagi takdir berupa hambatan-hambatan yang aku lalui, proses perubahan diri aku yang turut membuat bab 1 aku gak lancar. Entah apa yang tergambar di benak orang-orang. Mungkin kemudahan yang mereka dapat membuat mereka berpikir bahwa aku ini pemalas dalam membuat hal semudah bab 1 skripsi. Sama sekali nggak apa-apa, because they don’t know what I’ve been through. Bukan hanya mereka, dan mungkin bahkan aku sendiri juga gak pernah tau, kalau aku selesai cepet, mungkin aku gak akan bertemu di koordinat yang sama dengan pasangan hidupku. Hikmah yang Allah siapkan untuk kita.

Jadi, aku sampai sekarang tetep percaya diri. Walau aku belum lulus, aku tak menyalahkan diriku sendiri, maupun siapa saja. Aku merasa ini yang terbaik dari Allah, apapun kondisinya. Toh sekarang tiba2 jadi mudah banget ngerjain skripsi. Menulisnya lancar. Tak ada ada revisi berarti setelah melewati bab 1. Dosen bilang aku dikasih waktu 2 – 3 minggu saja untuk 2 Bab, dan 1 bab lagi 2 – 3 minggu. Jadi seminggu 1 bab gitu rata-ratanya. Kepercayaan dosen yang besar bahwa aku bisa mengatasi ini semua, membantuku mengerjakan semuanya sesuai ekspektasi dosen. Aku sungguh lega dengan kemudahan yang aku dapatkan, semua dari Allah. Dan ini juga aku gak terlalu kaget. Aku yakin banget, ini takdir dari Allah Ta’ala, dan bukan dari usahaku. Skripsi bukan soal mudah atau sulit, seriously ini soal takdir. Kan kita udah berusaha, takdir Allah yang menentukan. Aku begitu percaya takdir yang disertai usaha dan doa. Harapannya, hidup kita akan menjadi lebih lega dan tenang.

Alhamdulillah.

Semoga jadi semangat lagi buat yang suntuk mengerjakan skripsinya, cepat saja diselesaikan 🙂

14 Maret 2014 .

Untung Rugi

Duh sedihnya….
betapa hinanya mengejar dunia…..
sudah tidak dapat apa-apa, masih harus mengeluarkan uang dan waktu….

Lihatlah perdagangan akhirat..
Ia menguntungkan…
Waktunya, uangnya, tenaganya… bahkan dapatkan kenikmatan berlipat, juga pahala di sisi-Nya…

7/7/14