Pindah Ke Balikpapan

Pindah ke Balikpapan adalah hal yang menyenangkan. Kota Balikpapan dengan segala kekurangannya adalah kota yang baik. Ramah dan cepat. Tangkas. Itu yang terkesan saat lewat jalan-jalannya, menemui beberapa orangnya, dan menyaksikan sarana pra sarana di kota ini. Kota ini cocok buat belajar, kalo aku bilang. Kebutuhan apa aja bisa didapat dengan mudah. Kemana-mana nggak jauh asal ada kendaraan. Mungkin kota ini akan jadi kota yang dirindukan, suatu saat~ 🙂

Bunda Asiyah
Kota Balikpapan, 18 Juli 2017

Cerita Aja

Impian yang hampir saja terealisasi. Sebenernya ini bukan impian inti. Tapi, kira-kira suasana seperti ini yang bisa membuat inspirasi berjuta, membelah diri, subur, dan tumbuh. Mungkin ada orang yang bisa bekerja dan belajar di tempat apapun. Tak peduli bagaimana tempatnya. Tapi, entah mengapa, sejak kecil aku selalu menikmati suasana suasana tertentu, dan ketika suasananya dapet, belajar jadi menyenangkan, berkarya jadi menyenangkan, dan bisa menghasilkan banyak hal.

Aku suka duduk di kursi dari beberapa kursi yang melingkari meja. Ruangan yang memiliki meja segi empat, dan sangat minimalis bentuknya. Di dekat meja, ada jendela yang siap menerima cahaya masuk. Jendela besar, tetapi tetap membuat suasana ruangan menjadi hangat. Ada karpet besar di bawahnya. Ada susunan buku di dalam rak terbuka. Ada minuman hangat yang siap dibuat kapan pun. Ruangan tidak terlalu besar, sehingga tetap bisa memusatkan perhatian pada buku atau hal yang sedang dikerjakan. Dan tentu saja….suasana yang tenang! 🙂

Simpel ya, dan suasana seperti ini selalu aku buat di kamar-kamar ku saat di rumah dan di kos. Saat ini, di rumah sendiri. Meskipun bentuk ideal masih belum tercapai, tapi apa yang ada sekarang sudah lebih dari cukup dibanding yang dulu-dulu. alhamdulillah.

Jadi Ibu

Jadi ibu itu….

Melihat waktu jadi semakin berharga. Bisa duduk dan nyampul buku dengan tenang itu nikmat. Bisa duduk dan buka laptop. Bisa duduk sampai segelas minuman coklat habis saja bersyukur dan merasa senang. Bisa duduk dan baca Al-Qur’an langsung. Bisa duduk dan baca buku meski hanya beberapa lembar. Bisa ngetik-ngetik seperti ini. Semua jadi berharga. Semua menjadi menyenangkan.

Bisa keluar rumah meski hanya keliling komplek, terasa menjadi pelepas penat. Sekedar beli jajanan di pinggir jalan euforianya terasa seperti dulu makan di coffee shop. Bisa makan berdua suami. Bisa duduk berdua suami. Subhanallah… Terasa semua jadi lebih berharga. Terasa yang dulu dulu biasa aja karena sering dilakukan, jadi luar biasa.

Meski lelah, senyummu Nak menjadi kebahagiaan bunda. Meski hari terasa begitu singkat bagi bunda, tapi engkau jaauh lebih membutuhkan hari-hari bunda daripada bunda sendiri. Yah tentu, karena bunda adalah seorang ibu.

Menjadi ibu, adalah hal luar biasa. Kekuasaan Allah yang nyata. Bentuk kebesaran Allah yang menjadikan segala kekurangan menjadi begitu terasa sempurna di mata bunda. Alhamdulillah. Nikmat 2 bulan menjadi ibu. 

Malang, 10 Juli 2017

Asiyah 2 bulan 2 hari.