It’s About Skripsi [Tak Semua Bisa Sesuai Rencana] ~repost

Mengerjakan skripsi adalah hal yang mudah, setidaknya bagiku. Namun, ada kondisi di mana semuanya berjalan sangat lambat. Pekan lalu dosen ada urusan di luar kota, sehingga belum bisa mengoreksi. Pekan ini (sudah terlewat sepekan), namun masih progress koreksi. Sepekan, bagiku, waktu yang sangat panjang. Sedih sekali terlewat sepekan, yang bagiku, sangat berarti. Namun, ini pasti di luar kuasa kita sebagai manusia. Faktor external yang tidak bisa kita utak-atik, di luar kuasa kita. Pada saat-saat seperti itu, doa adalah satu-satunya jalan.

Skripsi ini juga, dari tahun lalu berjalan sangat lambat. Sempat ganti judul dua kali, lalu ganti konsentrasi dari strategis jadi media, padahal konsentrasiku strategis, makin melambat. Aku paham strategis, sangat. Tapi media, berarti harus membaca ulang dan memahami dari sudut pandang baru. Aku pun bingung, mengapa? Apa aku se-tidak-bisa itu? Tapi aku yakin bahwa skripsi bukan soal kecerdasan. Ini soal kerajinan yang ditambah ‘takdir’. Takdir dapat tema seperti apa, takdir dapat metode seperti apa, takdir dapet dosen seperti apa, juga takdir tak terbayangkan mengenai lika-liku seperti apa yang dihadapi.

Misalnya saja, pernah suatu hari, sebut saja mas B, ia adalah satu-satunya asisten dan paling dicari di jurusan #orangpenting. (ctt: di jurusan komunikasi semua dipanggil mas dan mbak, meski sudah ibu-ibu dan bapak-bapak. always young! :D). Setelah menge-print di lantai satu yang disuruh oleh mas B sebagai kelengkapan berkas, pas kembali ke lantai empat ternyata oh ternyata, beliau sudah keluar kampus dan izin, blup! menghilang. hehe. Padahal, deadline kurang dari 20 menit, ditunggu 1 jam tapi tak ada tanda-tanda. Nah kalau sudah seperti ini di luar kuasa. Mulailah mengatung-ngatung, dan berharap.

Banyak hal, di luar kuasa. Kalau sudah seperti itu, tidak ada yang bisa dilakukan kecuali positive thinking. Mungkin ini yang terbaik, dan memang yang terbaik. Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi, bukan?

Halo, sudah satu tahun, dan alhamdulillah progress sudah mudah karena bab 1 sudah terlewati, yang artinya semua bisa dijalani. Bab 2, 3, 4 sama-sama dicicil, namun tentu tak mungkin tak ada kendala yang dihadapi. Semua butuh proses untuk menyelesaikannya, dan sangat berharap mbak dosenku as my partner, satu-satunya orang yang saat ini bekerja sama denganku pada proses skripsi ini, membantuku. Sebenernya gak satu juga sih, namun dia adalah pembimbing, sekaligus orang yang mengerti seluk beluk skripsinya. Ia sibuk, tapi bukan berarti ia mengabaikan. Itu yang harus dipercaya mahasiswa pada dosennya.

Well, pada akhirnya skripsi tetap akan selesai, apapun jalannya. Kemudahan itu dari Allah, mungkin doa yang kurang sehingga Allah belum mengabulkan, atau memang yang terbaik adalah yang demikian. Jadi, tidak ada yang buruk dalam perkara ini..

Well kayaknya mood sedih ya? Enggak juga, eh tapi iya šŸ˜€ tapi enggak kok! #halah :p

Postingan ini mungkin hanya berarti bagi teman-teman yang ingin tau soal skripsi ya, hmm tapi tidak juga sih. Bahwa mungkin saja (dalam moment-moment hidup Anda) banyak hal di luar kuasa Anda yang terjadi, yang oleh sebab hal tersebut terjadi, tidak Anda ketahui ada jalan-jalan lain yang terbuka untuk kehidupan Anda yang telah Allah tetapkan, yang hakikatnya adalah kebaikan untuk diri Anda dan orang-orang di sekitar Anda. So increase your effort, do it nice, optimist! šŸ™‚

27 feb 2014

Gambar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s