Edisi Perjalanan Singkat Ke Jember

Perjalanan ke Jember dari Malang adalah perjalanan pengalaman yang tak terlupa. Bukan karena kota ini luar biasa. Tapi karena pengalaman ke sebuah kota baru selalu membawa kepada orang-orang baru, dan selalu memiliki kesan di hati serta cerita yang dikenang. Perjalanan selama 7 jam menggunakan bis, menginap di sebuah wisma nyaman yang cukup besar tapi hampir tak berpenghuni, selalu update stok botol air karena kami seperti dua unta yang kehausan :P, sedikitnya stok baju yang kami bawa membuat kami sibuk jalan-jalan sekaligus mencari laundry :), lalu mengenal orang-orang yang baik, jajan oleh-oleh di area sekitar, melihat universitas Jember, shalat di masjid pinggir jalan, cukup memuaskan rasa penasaran tentang kota satu ini. Mengunjungi saudara adalah agenda utama, walau hanya sesaat semoga lain waktu bisa berjumpa lagi.
Selebihnya juga justru menarik, makan di bakso leo yang merontokkan semua memori tentang makan bakso selain di bakso satu ini, lalu diajak juga makan soto yang menggugah selera ala kota Jember, berkeliling di dalam kota dan melewati jalan yang sama meski berulang kali, adalah sedikit memori tentang kota Jember. Puas sudah berkeliling di Jember, meskipun tentu masih banyak tempat yang ingin kami jelajahi. 😉

Belajar

Ketika Allah telah memberikan keluasan waktu, tenaga, rezeki, akal, dan kesehatan, juga sarana untuk dapat belajar, amat sangat merugi bila tidak digunakan untuk belajar. Menuntut ilmu. Yuk belajar!

Bekasi, 29 Mei 2015

unnamed (1)

Perjalanan Ke Blitar

Perjalanan ke Blitar dari Kota Malang sekitar Bulan Agustus 2014 lalu adalah perjalanan yang tak terlalu panjang. 1 Jam menembus kota, 1 jam lagi menembus panorama pedesaan yang membentang dibagian selatan kota Blitar. Masuk ke pedalaman Blitar membawa memoriku tentang perjalanan pulang ke kampung halaman seperti cerita-cerita di dalam buku saat SD dulu. Cuaca yang sejuk, langit yang cerah, kanan dan kiri terdapat bentangan sawah, menembus pepohonan di bawah terik matahari, sesekali bertemu jurang, dan melewati panorama pegunungan yang indah. Mobil kami tidak melaju terlalu cepat, maklum baru pertama kali ke area ini. Tapi jadinya, kami dapat lebih lama menikmati pemandangan di sekeliling.
unnamed

Semakin jauh, kami semakin menemukan banyak rumah-rumah di kanan dan kiri, meninggalkan area sawah dan pepohonan. Dan kini pemandangan sekeliling berganti rumah-rumah di dukuh setempat. Sampailah kami di rumah yang dituju. Rumah yang memasukinya melalui jalanan yang cukup terjal. Tapi ketika sampai di pekarangan rumahnya, langsung disuguhi area taman rumput yang luas, disekelilingnya terdapat kebun dari berbagai jenis tanaman.
Memang udara di sini tidak terlalu dingin, tapi terasa bersih dan sejuk. Masuk ke rumah tersebut, kami disuguhi dengan minuman teh dan jajanan untuk mengganjal perut kami. Tak hanya mengobrol dan disuguhi saja, kami diajak untuk berkeliling melihat areal perkebunan coklat. Ya, di sini banyak ditanami coklat. Selain itu, berbagai jenis tanaman cocok ditanam di sini, seperti kelapa, pisang, cabai, aneka jenis sayur, dll. Pulanglah kami dengan membawa satu plastik besar coklat, ditambah dua kardus berisi kelapa dan pisang. Sungguh sebuah perjalanan yang tak disangka, menggembirakan hati kami yang merindukan suasana seperti ini. Yang dahulu hanya tergambar di memoriku, namun kini muncul menjadi kisah nyata.

Kembali teringat pernah juga posting di blog ini, judulnya mimpi orang yang tinggal di kota.

Aku ingin menempuh jalan baru.. bertemu wajah-wajah baru.. merasakan angin, awan, hujan, bunga-bunga di taman, melihat burung, bintang, kunang-kunang, mendengar suara ayam, sapi, kambing, dan kerbau.. menanam jagung, cabe, kacang, dan pisang.. Naik unta, kuda, dan gajah..

Bergelayutan di akar pohon, menggiring bebek dan kambing, memandikan sapi.. Aku ingin di pantai, menyentuh air, merasakan deburan ombak.. melihat ke laut, melihat senja, hanya melihat…

Alhamdulillah, sebuah bayangan yang aku tulis, yang kini sedikit terealisasi dalam kehidupan nyata. 🙂

Suasana Yang Paling Aku Inginkan…..

Suasana yang paling aku inginkan adalah….. sederhana saja, dan mungkin tidak terlalu mahal….yaitu…. duduk di kursi dengan meja dari kayu… Ada jendela yang lebar tanpa sekat, sehingga bebas melihat apa yang ada di luar sana…. Di dekat jendela, ada beberapa vas berisi tanaman dan airnya….Sehingga menambah suasana yang menyejukkan ruangan…. Ruangan juga bisa menjadi terang tanpa sinar lampu, tetapi cahaya alami yang masuk dari jendela itu…. Ada secangkir atau satu mug minuman hangat, lalu membaca atau belajar dari buku atau mendengar rekaman kajian…. Berjam-jam dihabiskan untuk menelaah. Ada rak buku di dekatnya, sehingga bisa langsung mengambil buku yang ingin dibaca…. Ada karpet dengan sedikit bantal-bantal di sebelahnya untuk pilihan jika ingin duduk atau bersantai menyelonjorkan kaki….. lebih bagus lagi kalau karpetnya lebar, sehingga masih menyambung hingga meja, lebih nyaman untuk yang duduk di kursi, sehingga ketika ia duduk kakinya menyentuh karpetnya….

Ini adalah bayangan tentang ruang perpustakaan keluarga…. tempat di mana bisa belajar dan bersantai… Tenang dan nyaman…. I wish someday 🙂 Klo gak di dunia, semoga di akhirat merasakannya 😀

#tulisan ini sebenernya udah lama banget di draf, sayang kalo cuma disimpen.

Menjadi Seorang Ibu Itu……

Menjadi seorang ibu rumah tangga itu pekerjaan mulia, ibu bukanlah seperti seorang pembantu yang bekerja dengan tangannya saja. Ketika ibu mencuci, ia mencuci dengan hatinya, hatinya menginginkan kebersihan untuk keluarganya. Ketika ibu memasak, ia tidak memasak dengan tangannya, ia memasak dengan hatinya, menginginkan kesehatan untuk keluarganya. Tetapi, menjadi seorang ibu, tidak harus waktunya tercurah untuk pekerjaan rumah tangga. Seorang ibu, memiliki waktu yang banyak untuk keluarga. Sambari memasak, ia bisa mengobrol dengan putra atau putrinya, mencurahkan perhatiannya padanya, sejenak menghentikan proses memasak misalnya. Seorang ibu, juga harus tumbuh dan belajar, sehingga semakin pandai dari waktu ke waktu.

Memang sangat keren, mengetahui ada seorang ibu yang pandai mengurus rumah tangga dengan kedua tangannya tanpa bantuan orang lain. Mulai dari mencuci, memasak, dan seluruh urusan rumah tangga. Lalu masih punya waktu menemani keluarga. Tapi dalam benakku, lebih keren lagi, seorang ibu yang dapat menjadikan pekerjaan rumah tangga menjadi menyenangkan dikerjakan bersama anggota keluarga, sehingga seluruh anggota keluarga terlibat dalam pekerjaan tersebut, memiliki porsi dan kepercayaan dari ibu. Dari situ, akan lahir sikap mengutamakan saudaranya di atas keinginannya sendiri. Akan mudah nantinya melakukan sesuatu di atas inisiatif sendiri (karena sering dikasih kepercayaan, tentu akan lebih percaya diri). Juga, dari situ, akan lahir perasaan kasih sayang di antara satu dengan yang lainnya, karena ada sikap saling membutuhkan dan perasaan ‘aku tak mampu mengerjakan semua sendirian kalau bukan tanpamu, keluargaku’, dan juga, tiap anggota keluarga merasa bahwa dirinya dicintai dan diharapkan kehadiran dan perannya.

Menjadi ibu itu…. tidak berarti harus masak terus, di dapur terus.
Seorang ibu masih bisa membaca buku, belajar agama, membuka internet, bergaul bersama teman-temannya yang shalihah…
Seorang ibu mendidik anak-anak, meluangkan waktu santai mengobrol bersama mereka, memperhatikan kebutuhan psikologis dan jiwanya…
Seorang ibu punya waktu untuk sendiri, bermuhasabah, dan merenung… dan beribadah
Seorang ibu tidak hanya mencuci baju, menyapu, mengepel, memasak, dan menyikat kamar mandi…
Tapi seorang ibu juga terlibat di dalam perbincangan anak-anaknya.. itu adalah peran terbesarnya..
Seorang ibu juga punya waktu untuk menulis dan membaca, serta meningkatkan keimanan…
Seorang ibu punya waktu untuk berkumpul bersama teman, meski hanya selepas kajian…
Seorang ibu yang juga menjadikan suaminya tempat berlabuh dan bekerjasama, bersenang-senang bersama setelah seharian sama-sama berlelah-lelah…
Seorang ibu yang juga menyayangi suaminya, mengobrol dengannya, bertukar cerita, cerita apa saja…. asalkan saling menjadi pendengar setia….
Seorang ibu bisa menjadikan tugas rumah tangga menjadi pekerjaan yang menyenangkan….
Bukan pekerjaan yang menyulitkan…..
Sebuah pekerjaan harian yang tidak tercela untuk dikerjakan siapa saja bersama anggota keluarga….
Semua dapat terlibat dan dapat dipercaya bekerja di rumah….
Karena seorang ibu menyadari bahwa anggota keluarganya juga tinggal di tempat yang sama…
Mereka punya hak untuk mengorganisir rumah menjadi lebih indah dan sedap dipandang….
Maka kelak anak-anak dan suamiku akan melakukan itu denganku.. meski suamiku menjadikan waktunya sebagian besar untuk mencari nafkah dan aku berada di rumah…. sehingga jika pekerjaan rumah dapat lebih cepat selesai, kami bisa sama-sama memiliki waktu untuk belajar atau lebih leluasa melakukan hal lainnya, bersama.
Karena nilai kebersamaan itu yang lebih penting……
Jadi kami sama-sama bisa belajar, belajar Islam, me-recharge energi untuk belajar…
Sehingga…..
Ada waktu untuk bersama belajar….
Ada waktu untuk bersama mengaji…
Ada waktu untuk bersama membaca buku…
Ada waktu untuk bersama beribadah…
Ada waktu untuk bersama belajar pelajaran sesuai kurikulum anak dan meningkatkan kemampuan duniawi….
Ada waktu untuk bersama untuk refreshing..jalan-jalan….
Ada waktu untuk membantu satu sama lain mengerjakan tugasnya atau kesibukan salah satu anggota keluarga…
Harapannya, jika semuanya bekerjasama, tentu akan tumbuh rasa kasih sayang dan dari situ akan mulai tumbuh dan mengakar kuat perasaan ingin mengutamakan saudaranya… 🙂

ditulis
29 Juli 2014 – dengan banyak perubahan 🙂

Pantai Itu…..

Saya menantikan hari, dimana saya bisa duduk menghadap pantai, diam, dan berpikir. Melihat ombak, merasakan terpaan angin, mendengar suara deburan ombak, melihat kapal dari kejauhan, menerka apa yang ada di ujung pantai, dan lainnya. Bersama seseorang yang bisa diajak untuk diam dan berpikir juga. Melihat ke arah yang sama, mungkin memikirkan hal yang berbeda. Melihat ciptaan-Nya. Banyak pelajaran dan sepertinya banyak sekali kenyataan hidup serta tentang pertanggungjawaban kepada Allah, yang dapat kita rasakan. Pantai bisa menyiratkan bahagia, bisa juga sedih. Ya, saya menantikan hari, di mana berwisata tidak harus banyak celoteh, ketawa-ketawa, makan-makan, dan foto-foto saja. Tetapi bisa juga, duduk termenung, melihat ciptaanNya. Saling bertukar pikiran, mengingatkan tujuan hidup, menambah semangat, keyakinan, kemantapan. Ya, akan menjadi cerita berharga.

Wismaku Surgaku.

17.53 * 31.05.13

Flashback: Tentang Skripsi

Really excited day by day. Hehe. alhamdulillah. kalau semangat itu senang ya kawan. Saat menulis ini, aku sedang berada di dalam perpustakaan pusat, di perpustakaan thesis. Hari ini alhamdulillah stamina kembali fit. Aku juga sudah kurang peduli sama harapan-harapan aku, aku kesampingkan dulu. Karena, ya, setelah berlalu waktu aku ditunjukkan juga oleh Allah kalau banyak fenomena di luar sana yang kurang baik. Sehingga, aku lebih ingin dan semakin mantap untuk bersandar pada Allah saja, karena Dia Yang Maha Tahu untuk kebaikan kehidupan hamba-Nya. Semoga keluargaku dijaga dan gak ada kasus apa-apa.

Juga, aku dipermudah sekali dalam pengerjaan bab 2, 3, 4 ku. Rasanya aku bisa menyelesaikannya dengan cepat. Oh cuma beginii toh, begitu tanggapanku setelah konsul dengan dosen. Aku tak menyangka seperti ini, karena dulu bab 1 gak pernah mikir seperti apa bab 2, 3, 4 ku akan kulalui, apakah akan menempuh waktu yang lama seperti bab 1. Mungkin ini bukanlah hal yang harus dikagetkan ya. Aku masih ingat ketika guru BimBel Nurul Fikri bahasa inggrisku pas kelas 3 SMA, beliau cerita bahwa nanti saat kita dapet Univ dan jurusan yang bagus, kita gak usah terkaget-kaget sampe jantungan. Biasa aja. Dan kalau kita gak dapet di jurusan mana-mana juga jangan kaget terus ingin bunuh diri. Kita ini gak yakin kah dengan takdir Allah? Bukankah Allah sudah menyiapkan segalanya setelah kita bertawakkal? Bukankah Allah memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya? Kita gak usah terkaget-kaget sampai tidak percaya bahwa kita mendapatkan sesuatu.

Sebenernya dari situ, aku mulai berpikir tentang takdir. Hidayah dari Allah lewat guru bahasa inggris itu. Nah, bahwa soal takdir bahwa bab 1 ku ini nggak lancar, sama sekali aku gak sedih atau iri dengan temen-temen yang bisa lulus cepat. Mungkin kalau sempet tertekan iya, karena aku memikirkan keluargaku di rumah, mereka yang biayain aku selama ini. Lalu aku juga udah ditanya-tanya sama family aku di surabaya, malang. Malah ada yang ngira aku itu udah lulus hehehe :p.

Aku gak bilang bab 1 itu susah. Semua upaya bisa dilakukan untuk bisa jadi mudah dengan usaha dan doa, tau langkah-langkah pengerjaan Bab 1. Tetapi, yang aku alami bahwa bab 1 ini lama di aku, itu memang di luar kuasaku. Aku bisa bilang bahwa membuat bab 1 itu mudah dan bisa cepat, tapi aku nyatanya tidak bisa melakukannya, meski di otakku sudah tergambar bagaimana mengerjakannya, datanya sudah siap. Belum lagi takdir berupa hambatan-hambatan yang aku lalui, proses perubahan diri aku yang turut membuat bab 1 aku gak lancar. Entah apa yang tergambar di benak orang-orang. Mungkin kemudahan yang mereka dapat membuat mereka berpikir bahwa aku ini pemalas dalam membuat hal semudah bab 1 skripsi. Sama sekali nggak apa-apa, because they don’t know what I’ve been through. Bukan hanya mereka, dan mungkin bahkan aku sendiri juga gak pernah tau, kalau aku selesai cepet, mungkin aku gak akan bertemu di koordinat yang sama dengan pasangan hidupku. Hikmah yang Allah siapkan untuk kita.

Jadi, aku sampai sekarang tetep percaya diri. Walau aku belum lulus, aku tak menyalahkan diriku sendiri, maupun siapa saja. Aku merasa ini yang terbaik dari Allah, apapun kondisinya. Toh sekarang tiba2 jadi mudah banget ngerjain skripsi. Menulisnya lancar. Tak ada ada revisi berarti setelah melewati bab 1. Dosen bilang aku dikasih waktu 2 – 3 minggu saja untuk 2 Bab, dan 1 bab lagi 2 – 3 minggu. Jadi seminggu 1 bab gitu rata-ratanya. Kepercayaan dosen yang besar bahwa aku bisa mengatasi ini semua, membantuku mengerjakan semuanya sesuai ekspektasi dosen. Aku sungguh lega dengan kemudahan yang aku dapatkan, semua dari Allah. Dan ini juga aku gak terlalu kaget. Aku yakin banget, ini takdir dari Allah Ta’ala, dan bukan dari usahaku. Skripsi bukan soal mudah atau sulit, seriously ini soal takdir. Kan kita udah berusaha, takdir Allah yang menentukan. Aku begitu percaya takdir yang disertai usaha dan doa. Harapannya, hidup kita akan menjadi lebih lega dan tenang.

Alhamdulillah.

Semoga jadi semangat lagi buat yang suntuk mengerjakan skripsinya, cepat saja diselesaikan 🙂

14 Maret 2014 .

Untung Rugi

Duh sedihnya….
betapa hinanya mengejar dunia…..
sudah tidak dapat apa-apa, masih harus mengeluarkan uang dan waktu….

Lihatlah perdagangan akhirat..
Ia menguntungkan…
Waktunya, uangnya, tenaganya… bahkan dapatkan kenikmatan berlipat, juga pahala di sisi-Nya…

7/7/14

Laki-Laki Itu Adalah….

Suamiku adalah…
orang yang sampai saat ini belum kuketahui siapa… di usiaku yang menginjak 23 tahun ini.
Tetapi ia akan menjadi pujangga hatiku kelak di sisa hidupku.
Menjadi bagian yang selalu aku harapkan kehadiran dan cintanya
Menjadi bagian dari hatiku yang selama ini belum aku temukan..

Aku pun tidak tahu seperti apa kelak kita akan berjalan..
Di hari hari yang menyenangkan atau menyedihkan…
Berbagi rasa dan suka duka
Saling memompa semangat mengejar asa…
Engkau bagianku dan aku bagianmu…

Yang kelak juga akan menjadikan hari-hari terasa baik..
Hari-hari kita lalui dengan baik..
Aku akan belajar berkata-kata yang baik…
Aku pun akan melakukan apapun untuk mencintainya..

Seseorang yang akan menjadi bagian dari hidup..
Yang belum kita tahu siapa…
Namun telah digariskan di Lauh Mahfudz…
Menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah hidup kita….
kelak di akhirat sana…

Kepada engkau yang belum aku tahu siapa dirimu, bagaimana asal usulmu… atau status
sosialmu.. atau apa pekerjaan yang akan engkau perjuangkan setiap hari untuk mencari nafkah bagi kami keluargamu..
Aku berharap kita bisa belajar selalu untuk jadi lebih baik..
Menjadi manusia yang paling baik di mata-Nya…
Menghormati satu sama lain…
Berbicara dengan lemah lembut…
Memberi pengertian ketika salah…
Saling menjaga perasaan antar anggota keluarga…
Menjadikan keridhaan-Nya sebagai tujuan….
Menjadikan pasangan hidup tempat untuk memberikan cinta dan
tempat bagi hati untuk kembali dan saling mengingatkan dengan kebaikan…

Semoga kita segera bertemu di dalam ridha-Nya…
Aku akan berusaha jadi lebih baik…
Aku akan belajar terus…
Aku tahu bahwa waktu akan segera meninggalkan kita… Maka aku ingin agar aku tidak menyia-nyiakan dirimu ataupun diriku…
Semoga Allah memasukkan kita kelak ke dalam SyurgaNya… di dalam naungan dua orang yang saling mencintai karena-Nya.
Aamiin

Bekasi
10 Agustus 2014 . 20.06 WIB

Jika Menikah Karena…..

Jika engkau menikahi seseorang karena parasnya, engkau belum pernah bertemu dengannya di usia setengah abad.

Jika engkau menikahi seseorang karena hartanya, engkau juga tidak akan pernah menyangka bahwa umur kebahagiaan rumah tanggamu seumur harta di tangannya.

Jika engkau menikahi seseorang karena kedudukan dan jabatannya, engkau pun sebaiknya belajar bahwa kedudukan itu bak pakaian yang suatu saat pasti dilepas.

Jika engkau menikahi seseorang karena Allah, karena ketaatan dan karena agama…berusaha menuai ridha-Nya dengan menerapkan syari’at-Nya, berusaha menerapkan Islam di rumah… Maka Allah di Atas Langit sana yang akan menjaga rumah tanggamu. Allah menjadikan parasnya, hartanya, kedudukannya, sangat istimewa hanya di hatimu.. lebih dari itu, ternyata ketiga hal tersebut tidak berarti apa-apa insya Allah…

Maka saudara saudariku yang belum menikah! Janganlah mencoba untuk bermain-main dengan syari’at-Nya, patuhi… agar tidak ada penyesalan yang engkau dapatkan. Menyesal tidak jadi makan makanan yang enak, tentu tidak seberat menyesal karena bermaksiat kepada-Nya….

Adobe Illustrator

Dari kemarin kepikiran lagi tentang Adobe Illustrator. Berawal dari beberapa waktu yang lalu pernah ditawari untuk membuat illustrasi, dan sepertinya yang menawarkan lagi butuh banget, sampai ditawari mau dikasih software bulanan (sudah ber-licence). Diminta bikin undangan sama seorang teman, tapi waktu itu harus menolak karena selain karena ga ada softwarenya, kalau undangan sepertinya agak lama buatnya. Lalu kemarin diminta saudara juga buat bantu bikin logo bisnis bunganya, tapi lagi-lagi mohon maaf, belum bisa karena softwarenya belum bisa terpasang. Mungkin mudah hanya berlangganan yang bulanan, tetapi bagaimana dengan windowsnya sendiri yang masih palsu. Hmm. Lalu kemarin didukung juga untuk ber windows dengan yang asli. Tapi mungkin di waktu yang tepat, saat benar-benar membutuhkan. Di waktu yang tepat, saat nanti di waktu tersebut manfaatnya lebih terasa ketimbang sekarang. Semoga dimudahkan….

Lama nggak men-design, jadi kembali diingatkan dengan permintaan-permintaan tersebut. Terharu juga kenapa mereka masih ingat. Padahal aku udah hampir lupa kalau suka mendesign. Sebenernya mudah aja kalau menerima permintaannya, tapi kalau bekerja secara profesional, masih belum PeDe. Hehe… Karena paling tidak, butuh refreshment main-main dulu sama softwarenya, belajar lagi plus nambah-nambah ilmu baru lagi, setelah itu baru berani menerima permintaan jika permintaannya sesuai denganku.

Suatu saat mungkin akan utak-atik design lagi. Dan itu dalam waktu yang belum tau kapan. Dan sepertinya nanti inginnya mendesign bukan buat profesional, seperti menerima permintaan berbayar gitu, belum kepikiran ke arah sana. Inginnya minimal bisa dimanfaatkan nanti kalau punya anak, atau sekedar hasil designnya digunakan untuk pemanfaatan pribadi di rumah. Seru loh bikin label bukumu sendiri, mendesign postermu sendiri, atau dalam rangka menghafal kosakata misalnya. Bikin huruf hijaiyyah dengan warna-warna yang memudahkan anak belajar, bikin design poster angka dan huruf. Membuat permainan sederhana yang bisa diprint di kertas, membentuk lingkaran, kotak, dan pengenalan berbagai bentuk ke anak, dll. Yang nanti disesuaikan dengan hal yang ingin dipelajari. Kemampuan mendesign insya Allah akan lebih aplikatif ke keluarga. Seperti mbak cizkah dengan flashcard hijaiyyahnya. Hehe…. (dipromoin nihh). Kalau mau lebih seru bikin flashcard, bawa hasil designnya ke percetakan dan order sesuai permintaan, dove atau glossy, main di tebal dan jenis kertas, potong sesuai keinginan, insya Allah hasil design bisa lebih awet karena di kertas tebal yang ala percetakan, atau bisa di ukuran yang lebih besar untuk poster.

Es! Es!

image

Hadiah itu….
Tentang siapa yang memberi….
Tentang moment yang tak tergantikan…
Tentang rasa yang coba untuk digambarkan….
Dan tentang bagaimana caranya diberikan…..

Hadiah itu…..
Bisa jadi jalan terdekat menuju hati seseorang…
Aku memberimu ini, lalu tanpa sadar engkau menyerahkan hatimu untukku…

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Hendaklah kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai”

(Hadits Hasan, riwayat Abu Ya’la dalam musnadnya, Lihat Shahiihul Jaami’ no. 3004)

🍧🍧🍧

Jangan takut memberi hadiah. Hadiah tidak harus baru. Hadiah pun tidak harus mahal. Hadiah adalah bukan tentang apa atau berapa, tapi tentang siapa, dan bagaimana berbagi itu bisa menjadi lebih bermakna…. 🎁🎁

Es! Es!
21 April 2015

Buah Manis

Ingatlah, sesuatu yang berat itu berat pada awal mulanya. Tak heran jika ada ungkapan, kesabaran akan berbuah manis pada akhirnya.

Maka… keadaan pada akhir dari sebuah kesulitan yang ditempuh dengan kesabaran, bisa lebih menyenangkan dan lebih ringan dibanding sebelum berjumpa dengan kesulitan tersebut.

Semoga kita diberi kemudahan untuk bersabar


#randomthought

18-06-2014