Si Gula Batu

Jatuh cinta nih sama yang namanya gula batu. Baru dengar? atau malah sudah lama mengonsumsinya? Bisa dikatakan, saya baru saja dengar dan baru saja mengonsumsinya. Sedikit searching tentang gula batu, ternyata ia lebih unggul dari gula pasir yang biasa dikonsumsi. Silakan searching juga tentang manfaatnya agar lebih jelas, tetapi sejauh yang saya simpulkan, gula batu mengurangi kerja pankreas dengan sangat signifikan. Perbandingannya cukup jauh dengan gula pasir yang membutuhkan waktu cukup lama untuk setengah sendok gula pasir saja, dibandingkan dengan 1 sendok gula batu yang cukup diproses beberapa menit saja oleh pankreas. Dampak panjangnya, mungkin seseorang insya Allah bisa menjauh dari diabetes.

Memang harga gula batu dua kali lipat dari harga gula pasir biasa untuk satu bungkusnya. Dan takarannya pun harus dua kali lipat dari gula pasir biasa untuk takaran manis yang sama. Jika Anda suka mengejar takaran manis, tentu harga akan sangat berpengaruh. Karena, kalau dihitung-hitung, harga gula batu adalah 4 kali harga gula pasir biasa (perlu ada penelitian lebih lanjut 😀 ). Tapi, tergantung pemakaian juga. Kalau saya pribadi, tidak telalu banyak dalam memakai gula, seperlu minuman dan masakannya saja, jus buah pun diusahakan secukupnya saja dalam memakai gula. Jadi, bagi saya, harga 4 kali tersebut jika dibandingkan kesehatan jangka panjang yang akan di dapat insya Allah akan jauh lebih murah, karena pemakaian gula yang tidak terlalu banyak tersebut.1429871361536

Lalu, gula batu lebih lama cairnya dibanding gula biasa. Tapi, ini bukan menjadi masalah bagi saya. Bisa pula diatasi dengan air yang cukup panas untuk mengaduk. Karena jika airnya cukup panas, cukuplah untuk melarutkan gula batu. Jika masih sisa-sisa kecil, biarlah dia larut sendiri. Tergantung kebutuhan juga. Mungkin sebagian tak punya waktu untuk mengaduk atau menyiapkan air panas, tapi ada juga yang tidak mempermasalahkan soal aduk-mengaduk. Sewaktu searching tentang gula batu, saya menemukan tulisan tentang orang jaman doeloe justru tidak mengaduk gula batunya, membiarkan dia terlarut sendiri, jadi…semacam minumannya tidak mendapat paksaan atau intervensi khusus dari gula batu, membiarkan si gula batu beradaptasi untuk larut sendiri di minumannya. 🙂

Gula batu juga bentuknya lebih menarik dibanding gula pasir (menurut saya lho), ada rasa excited ketika mengambil gula batu dari tempatnya dan meletakkannya di gelas. Ada rasa suka mendengar suaranya beradu dengan sesama gula batu dan gelas. Tentu, ada rasa senang menyajikan minuman kepada seseorang dengan tambahan gula batu. Oh ya, kalau menyajikan minuman dengan gula batu, misalnya untuk tamu, bisa diletakkan terpisah dari minuman – jika mau. Agar tamu bisa menakar gula sesuai dengan apa yang diinginkannya, karena gula batu bentuknya lebih simple, sambil membersamai waktu kalian untuk mengobrol.

menunggu waktu untuk bisa membuatkan minumanmu 🙂
Bekasi, @ bumi Allah
24 April 2015

Rumah, Istana Tempat Kesibukan Wanita

Mereka bilang, “Wanita punya banyak waktu kosong kalau tinggal di rumah saja!!”

Aku jawab, “Bagaimana tugasnya sebagai seorang ibu? Bagaimana kewajibannya sebagai seorang istri? Bagaimana perannya dengan dengan teman-teman wanitanya? Seandainya amanah-amanah ini ditunaikan dengan kadar minimal saja, niscaya sudah habis waktunya”.

@Ali_Alshobaili Dr Ali asy Syubaili, dosen di Universitas Imam Muhammad bin Su’ud. 140
http://twitulama.com/post/21114105722/mereka-bilang-wanita-punya-banyak-waktu-kosong

# Kaidah Dalam Belanja#

Nasihat terbesar bagi manusia, khususnya kaum wanita, janganlah membeli barang yang tidak dibutuhkan, meskipun murah. Dan wajib bagimu membeli barang yang darurat dibutuhkan, meskipun mahal (Syaikh Ath Thanthawi rahimahullah)

@almonajjid – Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, pengasuh web IslamQA. – 22/05/2014
http://twitulama.com/post/86583000890/kaidah-dalam-belanja-nasihat-terbesar-bagi

Tentang Memilih Suami

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan ketika memilih calon pasangan. Bahwa tidak serta merta memilih pasangan berdasarkan perasaan saja. Tentu kita menggunakan akal sehat dan logika, serta masukan dari orang-orang terdekat. Perlu juga membatasi masukan emosi-emosi dari keluarga, dan menerima tanggapan objektif. Tanggapan objektif lebih dibutuhkan daripada reka-reka tanggapan emosi sesaat. Ada baiknya mengulur waktu untuk diam, melihat reaksi orang tua dan juga reaksi calon pasangan. Apakah yang dikedepankan sikap gegabah atau justru pendekatan diri kepada Allah, maupun pelan-pelan melangkah dengan hati-hati, mengambil sikap untuk memutuskan dengan pertimbangan yang masak.

Jika memang ingin menjaga kehormatan, tentu niat yang sangat baik. Tetapi, tentu memiliki penghasilan merupakan hal yang penting pula. Seorang wanita tentu akan menyayangi suaminya, ia akan bekerja jika memang dibutuhkan. Tetapi, tidakkah suaminya pun harus berpikir bahwa wanita yang baik akan terus belajar mengembangkan dirinya. Suatu saat, pelajaran yang ia dapatkan akan berguna untuk anak-anaknya dan juga untuk suaminya.

Suami pun harus orang yang mandiri, siap menghadapi tantangan di luar. Bersemangat menghadapi pekerjaan, memiliki waktu untuk istri dan anak-anak. Ia harus lebih mementingkan lagi agamanya. Ia haruslah seorang yang beragama kuat. Tegas jika dalam keputusan agama tetapi juga tidak kaku, bisa memposisikan diri dan mengerti keadaan orang lain. Ia memiliki hati yang baik.

Seorang suami harus punya pendirian yang baik. Ia tidak memilih tempat tinggal sembarangan, ia memikirkan istri, anak, dan orang tua. Ia berusaha tidak tinggal terlalu jauh dari orang tua tetapi juga memikirkan bahwa ia pun harus memiliki tempat tinggal yang baik lingkungannya untuk istri dan anaknya. Ia berusaha berbakti kepada orang tuanya sebagaimana ia berusaha menyayangi istri dan anak-anaknya.

Ia bukanlah suami yang mudah meninggalkan wanita. Baginya, seorang wanita sangatlah berharga dan tidak mudah disakiti. Ia tidak meninggalkan wanitanya untuk wanita lain. Ia akan bersikap bijak bahwa nafsu bukanlah hal yang harus dituruti.

Seorang suami yang baik, adalah yang mengerti kebaikan untuk istrinya dan keluarga. Bisa menjaga dan berpikir masak sebelum memutuskan. Ia memiliki pertimbangan dan tidak segan berkonsultasi akan pertimbangannya. Ia dapat menjadi sandaran sekaligus dapat menjadi partner yang saling melengkapi.

Seorang suami pun, tak boleh tinggal diam ketika tau istri dan anak-anaknya tidak menjalankan agama dengan baik. Ia beri nasihat dengan bijak, dengan teladan. Ia adalah seorang penuntut ilmu sekaligus seorang suami. Ia mencintai duduk di majelis yang belajar akhlak, senantiasa memperbaiki akhlaknya dan akhlak keluarganya.

Seorang ayah adalah seorang yang pandai memberi nasihat. Bagaimana dengan ibu? apakah ibu tidak boleh memberi nasihat? Jawabannya boleh, tetapi nasihat terbaik ibu adalah dengan menjalankan nasihat ayah. Karena, anak-anak melihat ayahnya melalui ibunya. Jika ibunya menjalankan nasihat ayah, rumah tangga baik. Maka, seorang ayah, haruslah pandai-pandai memberi nasihat.

27 April 2014
Ini tentang memilih suami

Semoga bermanfaat.