Saat Istri Terlanjur Bekerja

Di zaman di mana fitnah wanita mulai menyebar seperti ini, sebagai wanita tentu kita harus berhati-hati dalam memilih pekerjaan yang pas bagi diri kita. Tentunya kita tidak ingin mengorbankan agama kita hanya demi harta yang fana. Berikut ini beberapa tuntunan diambil dari majalah Nikah edisi desember 2009-januari 2010, dan sebagai bahan koreksi untuk wanita-wanita muslimah bila ingin bekerja di luar rumah:

1. hendaklah dia bertanya kepada dirinya. Apakah dia sangat membutuhkan untuk bekerja di luar rumah? Apakah masyarakat membutuhkannya karena tidak ada yang mampu mengerjakannya kecuali dirinya? Apakah dia mampu melaksanakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga di samping pekerjaannya? Apakah pekerjaan yang akan dia terjuni membahayakan dirinya, kehormatannya, agama, dan akhlaknya? Apakah pekerjaannya mengganggu ketenangan rumah tangganya? Apakah suaminya mengizinkannya?

Jawaban untuk pertanyaan di atas disesuaikan dengan keadaan wanita itu sendiri, apakah dia sudah berkeluarga atau belum, mempunyai anak atau tidak. Hal ini diisyaratkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam sabdanya, “Seorang wanita adalah yang mengurusi rumah tangganya dan dia bertanggung jawab atasnya” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

2. Berpakaian islami saat bekerja. Allah subhana wata’ala berfirman, “Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaknya mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. (Al-Ahzab: 59)

3. Tudaj ada khulwat (berduaan) dengan lawan jenis bukan mahram. Dalam hal ini Nabi shallallahu alaihi wasallam menegskan “Janganlah seseorang di antara kalian berkhulwat (berduaan_ dengan wanita kecuali ditemani mahram” (Riwayat Muslim)

4. Tidak ada ikhtilat (campur baur antar lawan jenis). Para ulama menyimpulkan haramnya ikhtilat dari beberapa dalil, di antaranya Nabi shallallahu alaihi wasallam memisahkan saf lelaki dan wanita saat shalat, Rasulullah shallallahu alaihi wassallam memerintahkan para sahabat untuk diam sejenak di masjid hingga para wanita keluar, dan Allah juga melarang kaum wanita untuk berbicara lemah lembut di hadapan lelaki.

Yap begitulah uraian singkat agar kita tetap ¬†memperhatikan adab-adab yang ada, agar keimanan kita terlindungi. Tentu aturan yang Allah subhana wa ta’ala berikan ini untuk kebaikan kita sendiri, kebaikan bagi kaum wanita. Kaum wanita lebih terlindungi dari tatapan pria asing dengan jilbab nya, wanita juga terjaga kehormatannya dengan bekerja di tempat yang tidak ada campur baur dengan lelaki, dan juga hendaknya para wanita mengambil pekerjaan yang sekiranya tetap dapat mengurusi rumah tangganya, mendidik putra dan putrinya. Yah begitu^^ Tetapi tetap paling enak bagi seorang wanita adalah di rumahnya, tentu sangat banyak hal yang bisa dilakukan wanita di rumahnya sendiri (menimba ilmu melalui buku dan internet, berangkat kajian, memasak dan membersihkan rumah, mengatur segala keperluan, dll)^^

Iklan