Akhir Pekan Akhir Mei

Sungguh akhir pekan yang menyenangkan. I’m so excited hehehe.

Kuliah akhir pekan seperti biasa diisi dengan manbran (manajemen brand), yaitu hari kamis siang. Setelah itu, jadwal kami free sampai hari minggu. Sebuah kepuasan batin jika tidak ada tugas di akhir pekan. Atau jika dosen menunda pemberian tugas dan baru diumumkan di tengah-tengah minggu. ^__^

Alhasil waktu ini akhirnya saya gunakan untuk browsing permainan-permainan anak kreatif untuk kegiatan besok. Huwah, proses pencarian yang sangat menyenangkan, menentukan program untuk anak-anak kecil. Beberapa waktu yang lalu saya menemukan postingan di google plus milik Pujiono JS. Isinya tentang, yah bisa dilihat sendiri di gambar di bawah ini. Kegiatan ini kreatif, merangsang penguasaan anak tentang ruang dan bentuk, juga mengajari anak-anak ini bahwa ada proses dalam setiap kegiatan ^^. Ingin sekali membuat mangkuk coklat es krim dari balon, Tampilannya seperti ini :

Menarik sekali! Bahkan saya yang setua ini (ups), tertarik untuk ber-eksperimen. Untuk mengganti es krim kalau tidak mau berantakan, isi mangkuknya bisa diganti coklat cha-cha. Tetapi kalau mau lucu juga bisa dikasih permen kapas lalu dicampur coklat cha-cha. Atau bisa diganti apa saja yang jelas cocok dimakan sama coklat.

Tapi boleh nggak ya sama ibu gurunya. Semoga boleh ya kawan! Kalau tidak boleh, mari garap plan B, plan C, atau plan D : D

Selain mencari permainan-permainan untuk anak kecil, juga senang sekali akhirnya bisa browsing program apa yang pas buat ibu-ibu nanti waktu KKN. Nah kalau yang ini sepertinya akan diperinci. Tepat sasaran atau tidak, mungkin atau tidak, dana dari mana, alat dan bahan memungkinkan atau tidak, waktu pengerjaan, dsb. Nah kemungkinan nanti berkaitan dengan salak, karena potensi daerah kami adalah salak. Semoga saja bisa ya kawan-kawan.

Akhir kata, assalamu’alaikum  🙂

Refreshing Sejenak

Kadangkala sebagai manusia, kita butuh refreshing sejenak, melepas kepenatan di kala tugas merajalela minta digarap. Juga ketika banyak ketidaktulusan, kebohongan, kemunafikan, serta hal mengerikan lagi yang sudah biasa terjadi di lingkungan tempat kita beraktivitas. Salah satu cara untuk melepas kepenatan tersebut dapat dilakukan dengan bermain bersama anak-anak. Ya. Memang ini kelihatannya tidak dewasa, tetapi ini mendewasakan.

Untuk itu hari ini saya dan Betken pergi ke sebuah PAUD, tempat ini adalah tempat kami melakukan tugas magang untuk mata kuliah pendidikan kemasyarakatan. Kami ke sana untuk menyelesaikan tahap akhir penyusunan laporan, tetapi bagi saya, ini merupakan ajang refresing sejenak. Saya takjub dengan hal-hal yang dilakukan anak2 dengan usia dibawah 5 tahun di PAUD ini. Saat jam istirahat, anak-anak itu menggunakan waktunya untuk bermain balok bersama. Ini tidak diarahkan gurunya, mereka hanya bermain dengan inisiatifnya. Mereka bekerjasama membuat bangunan yang bagi saya, sangat rapih, bahkan untuk dikerjakan bersama, bahkan untuk dikerjakan anak kuliahan seperti saya. Hampir tidak percaya. Kata gurunya, mereka diajari itu saat berada di sentra balok. Hal ini membuat saya berpikir dan bertanya-tanya, bagaimana ya cara si-guru mengemas pekerjaan seperti itu menjadi permainan yang menarik. Tetapi karena topik saya adalah interaksi sosial, rasanya aneh ketika saya saat wawancara harus bertanya tentang ‘bagaimana’ cara mengajari.

Refresing sejenak, main-main dan foto-foto bersama anak-anak. Mengobrolkan hal-hal yang aneh. Mendengarkan celoteh-celoteh lucu. Tapi yang ditampilkan bayi-bayi saja ya. Kalau liat sebagian foto-foto ini entah kenapa jadi ngantuk.

mimpinya pada seru-seru ya -,-Malika, already had some memories with her :)Putri dan Hida, si bayi imut dan si senyum manis

Inilah Mereka

Sedih 😥 karena mereka ini saya jadi kenal yang namanya ‘bayi’ itu kayak apa. Tapi cuma sebentar sekali bisa berkecimpung bersama mereka, itu pun harinya hanya hitungan jari, 5 days. Sayang juga, kalau mereka akan terlupakan begitu saja. Ada baiknya tuliskan saja.

chacha, ais, hira, hida, abram, abi, syafira, aulia, aurel, husna, ahsan, fikri, ilham, syifa, putri.

15 anak .___.

Nggak ada yang nggak lucu. Semua ngegemesin.

Ais, yang bulu matanya lentik, suka senyum, manis, nggak rewel, terlihat dewasa.

Chacha, bentuknya yang mirip sama kecilanku, kepalanya bulet, ketawanya lucu, kalo nangis senjatanya kepalanya dilempar kebelakang.

Hira sama Hida, bayi kembar, belum bisa membedakan hehe. Tapi, senyuman kedua anak ini yang paling manis. Bayi yang tiba-tiba duduk dipangkuan. Juga bayi yang tak terduga, kadang lagi baik, senyum2. kalo lagi galak mukanya sok2 mikir terus mukul-mukul. :0

Abram, ganteng dan hobi nangis. sukanya di-pukpuk biar tidur. Belum pernah liat Abram tertawa. Pernah kentut pas merangkak, terus mukanya datar melongo, lucu sekali! 🙂

Abi, jarang masuk 😐

Syafira, paling suka tengkurep, paling banyak kegiatan aktifnya walau masih tengkurep, diamnya hanya ketika tidur. oh ya, hobi ketawa, gampang bikin Syafira ketawa.

Aulia, bayi termuda, baru bisa liat-liat dan nangis-nangis, sama ngguyu. Paling adem kalo liat mukanya Aulia :))

Aurel, pintar cantik lucu, suka bersosialisasi sampe lawan bicaranya takut -_- hahaha. Sudah bisa banyak omong walau hahihu babibu. Sudah ngerti cara menyayangi adik atau orang yang lebih tua, sudah bisa banyak mengalah, dan kasihan sama adik yang menangis.

Husna, pipi tembem yang suka ketawa, manis dan lucu, sayang belum pernah peluk -,-

Ahsan, yang bangun tidur, tepuk tangan sambil ngguyu2, terus langsung tidur lagi. Paling ajaib, suka nangis kalo ditinggal umminya, tapi langsung lupa kalo udah liat ‘arena bermain’ dan ibu gurunya. Sempat sekali berhasil mendapatkan Ahsan, Ahsan nurut juga. Ganteng dan tipikal bayi yang enak dimakan (pipi tembem imut gemas dan muka anak baik-baik)

Fikri, paling gede, ganteng, sekitar 3 tahun, tapi cuma mau nempel sama ibu guru, gak nangisan kok kecuali kalau udah pengen botol susu.

Ilham, ganteng China, lucu banget, sipit tapi matanya besar, mirip boboho versi kurus. gak bisa lepas dari orang dewasa.

Syifa, paling mudah diajak bergaul, easy going, diapa2in mau. hehehe.

Putri, bayi korea, hahhaa. mukanya muka korea sekali, cantik, suka memberi, suka menerima, suka berinteraksi, suka main di ruang kasur belakang kelas. 😀

Sayangnya sesi ini sudah berakhir. Hanya sebentar. Sayang sekali deh 😦

Habbasyifa

Hai! kali ini saya akan mencoba berbagi tentang khasiat Habbasyifa, atau black seed oil, atau minyak jintan hitam, atau nigella sativa oil. Produk herbal ini secara umum manfaatnya adalah menjaga daya tahan tubuh, tetapi bila dijabarkan, Habbasyifa memiliki khasiat :

1. menguatkan sistem kekebalan tubuh

2. meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan kewaspadaan

3. memperbaiki saluran pencernaan dan anti bakteri

4. anti histamin

5. meningkatkan bioaktivitas hormon

6. menetralkan racun dalam tubuh

7. mengatasi gangguan tidur dan stress

8. melancarkan air susu ibu

9. tambahan nutrisi pada ibu hamil dan balita

10. nutrisi bagi lansia dan food suplement

11. meremajakan sel-sel kulit dan menunda proses penuaan

Dan yang terpenting, Habbasyifa bila dikonsumsi tak menimbulkan efek samping, karena diproses secara alami, tak ada bahan kimiawi. Yes!

 

sumber : bungkus obat Habbasyifa

produksi CV. Syifa Herbal Alami

Alhamdulillah

Ya Allah ya Rabbal ‘alamin… Engkau memang paling benar dari segala kebenaran yang paling benar. Segala permasalahan ada jawabnya, segala sakit ada obatnya. Semakin hari semakin disadarkan bahwa aturanMu yang paling mulia. Semua saling berhubungan, semua saling terkait, antara aturanMu dengan kenyataan sehari-hari.

Rasa-rasanya seperti mata rantai yang tak pernah putus. Rasanya seratus kali rasa syukur, atau bagaimanapun rasa syukurnya tak bisa menyamai barang sedikitpun nikmatMu.

Ada Kata Malu di dalam Maklum

Dalam kehidupan ini, banyak kita temui orang-orang yang berbeda setiap harinya. Tetapi, ada beberapa orang yang lebih sering kita temui, misalnya orang tua, adik atau kakak, juga teman dekat. Dari orang-orang tersebut tentu kita banyak belajar mengenai mereka. Itulah yang menyebabkan mengapa kita dapat mengetahui atau mungkin mengerti bagaimanakah sifat dan karakter mereka.

Bila dilihat dari sudut pandang orang yang dimengerti, apakah kita sudah benar-benar mengerti mereka? Ataukah karena kita menganggap diri telah mengerti sifat dan karakter, kita menentukan berbagai sikap lain sebagai respon yang kita kira cocok dengan orang tersebut?

Hal ini disebabkan seringkali kita malas bertanya kepada orang tersebut. Seringkali karena sudah lama tinggal bersama cenderung melakukan semuanya seperti biasa, melakukannya tanpa bertanya lagi. Keputusan dari tangan kita kadang tidak sesuai, tetapi karena mereka adalah orang-orang terdekat tentu akan memaklumi.

Memaklumi itu butuh kerja hati untuk ikhlas. Biasanya kata2 maklum muncul di surat izin sakit waktu orang tua menulis surat sakit ke sekolah dulu, “Harap maklum”. Memaklumi juga berarti memaafkan, atau mencoba menepis, tidak memasukkannya ke dalam hati. Kadang orang maklum juga karena malu, apalagi segan, tidak mengerti, atau tidak ingin panjang urusan dengan orang tersebut, maka banyak orang membuat pemakluman-pemakluman. Ini memang pengertian versi saya, versi Anda?

Back to topic, jadi bagaimanakah jika sesuatu dimaklumi secara terus menerus? Apakah akan membawa efek perpecahan? Jawabannya, tidak akan terjadi apa-apa. (antiklimaks)

Tetapi tidakkah bisa kita mencoba bertanya, dan membuat orang terdekat merasa mereka diperhatikan dengan bertanya. Tidak serta merta menentukan sesuatu secara sendiri sehingga orang terdekat Anda akan banyak sekali membuat pemakluman terhadap Anda?

Bagaimanakah, apakah hidup orang yang tinggal bersama Anda penuh pemakluman atas sikap Anda? Bagaimanakah cara mengetahuinya? caranya, tanyalah pendapat mereka.