Pekan Untuk Panti

Tiga hari kemarin kami menginap di panti asuhan islam Sinar Melati 2, Pakem, Sleman, Yogya. Project ini gagasannya IFL – Yogya sebagai salah satu misi mereka untuk membuat kegiatan sosial yang dapat memfasilitasi pemuda untuk berperan. Kali ini bener-bener beda. Kita diajak untuk menginap langsung di panti, menjadi bagian dari anak-anak panti, ikut semua kegiatan mereka mulai dari bangun, sampe tidur lagi. Yang seru, kami alhamdulillah diterima untuk boleh ikut apapun jadwal kegiatan mereka.

Kegiatan paling pertama adalah tutoring, membantu mengerjakan tugas rumah anak-anak panti. Malam itu kami ber-5 (ada 2 lagi sih tapi lagi beli makan 😀 ), mencoba menjawab apa yang ditanyakan adik-adik. Bahasa inggris, ekonomi, matematika, agama islam, sampai hitung menghitung tingkat dasar. Mereka beragam, mulai dari kelas 1 SD hingga 3 SMA.

Pagi-pagi sekali, jam 4, kami ikut berangkat ke masjid untuk sholat subuh. Selepas sholat subuh, dan mengaji, pak Ustad pengelola panti asuhan mempersilahkan kami dari IFL untuk mengenalkan diri tentang apa itu IFL, apa tujuan datang ke panti, sampai satu per satu dari kami turut memperkenalkan diri di depan adik-adik. Kebetulan saat itu hari sabtu, dan ternyata lagi libur. Mereka dan kami langsung kerja bakti, nyapu dan ngepel rumah, juga membersihkan halaman. Lanjut kita diajak makan bareng sama mereka. Mereka memasak sendiri makanan mereka dan dilakukan secara bergantian sesuai jadwal piket. Kegiatan di sini sudah teratur dan tanpa perlu dikomandoi mereka akan melakukan tugasnya.

Kebetulan pagi itu ada panen kacang! Ternyata setiap tiga bulan sekali mereka panen kacang yang telah mereka tanam sendiri. Kacang dicabut dari tanah oleh anak-anak putra, diangkut ke tempat putri dan dicabut dari akar-akarnya oleh anak putri. Kegiatan ini memakan waktu hingga siang hari, dan kami dari IFL terus mengikuti kegiatan mereka sampai malam hari.

Malam hari, saatnya IFL berbagi dengan teman panti. Mereka dibagi ke dalam tim-tim kecil sebanyak 9 tim berisi 6 orang. Kami dari IFL,  ber-sembilan, masuk kedalam tim itu dan mulai melakukan sharing. Di sini, kami para volunteer IFL, diberikan ruang untuk berani menyampaikan sesuatu kepada teman-teman panti. Kami hanya dibekali tema materi yang disampaikan, sedangkan isi dari materi kita sendiri yang menentukan, dan bertanggungjawab dalam menyampaikannya ke dalam tim.

Kami membahas soal kelebihan dan kekurangan masing-masing serta bagaimana solusi agar dapat memaksimalkan kelebihan, lalu membahas apa itu pemimpin menurut mereka dan bagaimana bentuk kepemimpinan mulai dari hal yang terkecil yaitu diri sendiri, lalu sesi terakhir adalah curhat. Kami membahas masalah apa yang sering terjadi di panti, dan bagaimana solusinya. Permasalahan yang kerap terjadi adalah masalah internal dan ternyata, solusinya tidak usah jauh-jauh, kita harus pintar dalam me-manage diri agar mau peduli, saling mengingatkan, menahan emosi, bersabar, dll.

Kami juga membicarakan cita-cita. Dari ke-6 teman di kelompok saya, mereka bercerita mereka akan menjadi penjahit, dokter, surveyor, guru biologi SMP/SMA, pelukis, dan satu lagi yang paling kecil bilang nggak tau cita-citanya apa 🙂 Mereka antusias mendengar apa yang bisa mereka lakukan untuk dapat mencapai cita-cita tersebut. Keesokan harinya, ternyata kita masih belum usai memanen kacang. Berangkatlah kita ke kebun tempat kacang itu mau dipanen. Peluh bercampur dengan tanah. Kuku-kuku lecet saat mencabuti kacang dari akar. Bisa saja ada ulat bulu besar yang tiba-tiba ada di daunnya. Tapi tidak ada wajah capek dan keluh dari anak-anak, kami pun juga menikmati ini. Mereka semua senang, begitu pun juga kami yang asyik mengikuti mereka mencabuti tanaman kacang tersebut. Mereka berlari dan berfoto bersama, lalu ada juga yang menceburkan diri ke lumpur! Menyenangkan sekali 😀 Seusainya, kacang itu direbus sebagian untuk mereka makan.

Acara dari IFL selanjutnya adalah games! Ini hasil survei kami ke beberapa anak panti mengenai kegiatan apa yang mereka harapkan dari kami. Ternyata adalah games. Games putri berlangsung di aula, sedangkan putra adalah sepak bola di lapangan. Setelah games berakhir, kami dari IFL langsung berpamitan. Tak lupa memberikan terimakasih kepada mereka telah menjadi teman kami yang sangat menyenangkan dalam acara Pekan untuk Panti.

What i feel : 

Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi saya, terutama dalam memupuk rasa kepekaan sosial, karena kita benar-benar berbaur dengan mereka, dan menjadi teman mereka. Selain itu, saya juga merasa banyak sekali pelajaran yang di dapat dari kegiatan ini, diantaranya adalah keberanian, kepercayaan diri, kepemimpinan, kepedulian, nilai-nilai kebersamaan (yang udah jarang ada di kota), kemandirian, keceriaan yang sangat jujur, kejujuran terhadap diri sendiri, kerjasama, kerendahan hati, kesabaran, kedisiplinan (bangun pagi, dll) dan banyaaaaak lagi. Semua bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas diri menjadi manusia yang lebih baik 😀

Selain belajar dari adik-adik, saya juga belajar banyak dari teman-teman IFL. Dari mereka saya belajar cara memimpin, menyikapi sebuah masalah, manajemen diri, perlakuan dan perkataan terhadap orang lain, penghargaan terhadap orang lain, kerjasama, dan lain-lain banyak bangeeet -____- Dan saya yakin mereka semua hebat.

Kalau paling menyenangkan bagi saya, entah mengapa adalah sensasi kedinginan saat mengambil air wudhu di waktu subuh, dan berangkat bersama-sama ke masjid pakai mukena 😀 Lalu melihat kunang-kunang tersebar di atas permukaan sawah bagai bintang di malam hari, dan rasanya pertama kali memegang salah satu kunang-kunang tersebut di telapak tangan. Kalau kehidupan anak-anak di sini yang benar-benar berkesan adalah walaupun saya tau masing-masing dari mereka pasti memiliki kesedihannya atau permasalahannya sendiri-sendiri yang harus mereka tanggung, mereka selalu terlihat ceria di depan orang lain, berani, jujur, berkemauan belajar, apa adanya, mudah bersosialisasi, dan juga santun. Semoga kalian bisa menjadi anak-anak yang berperan pada kebaikan di masa depan! dan semoga kakak-kakak ini bisa mengambil banyak pelajaran dari kalian! 😀

Iklan