Sementara Kok…

Sedih?

hidup di dunia hanya sementara kok…

Bahagia?

hidup di dunia hanya sementara kok…

Malang, 27 Ramadhan 1438
Masa kecilmu masa-masa indah untuk Bunda, Nak…
🙂

Pindah Ke Balikpapan

Pindah ke Balikpapan adalah hal yang menyenangkan. Kota Balikpapan dengan segala kekurangannya adalah kota yang baik. Ramah dan cepat. Tangkas. Itu yang terkesan saat lewat jalan-jalannya, menemui beberapa orangnya, dan menyaksikan sarana pra sarana di kota ini. Kota ini cocok buat belajar, kalo aku bilang. Kebutuhan apa aja bisa didapat dengan mudah. Kemana-mana nggak jauh asal ada kendaraan. Mungkin kota ini akan jadi kota yang dirindukan, suatu saat~ 🙂

Bunda Asiyah
Kota Balikpapan, 18 Juli 2017

Cerita Aja

Impian yang hampir saja terealisasi. Sebenernya ini bukan impian inti. Tapi, kira-kira suasana seperti ini yang bisa membuat inspirasi berjuta, membelah diri, subur, dan tumbuh. Mungkin ada orang yang bisa bekerja dan belajar di tempat apapun. Tak peduli bagaimana tempatnya. Tapi, entah mengapa, sejak kecil aku selalu menikmati suasana suasana tertentu, dan ketika suasananya dapet, belajar jadi menyenangkan, berkarya jadi menyenangkan, dan bisa menghasilkan banyak hal.

Aku suka duduk di kursi dari beberapa kursi yang melingkari meja. Ruangan yang memiliki meja segi empat, dan sangat minimalis bentuknya. Di dekat meja, ada jendela yang siap menerima cahaya masuk. Jendela besar, tetapi tetap membuat suasana ruangan menjadi hangat. Ada karpet besar di bawahnya. Ada susunan buku di dalam rak terbuka. Ada minuman hangat yang siap dibuat kapan pun. Ruangan tidak terlalu besar, sehingga tetap bisa memusatkan perhatian pada buku atau hal yang sedang dikerjakan. Dan tentu saja….suasana yang tenang! 🙂

Simpel ya, dan suasana seperti ini selalu aku buat di kamar-kamar ku saat di rumah dan di kos. Saat ini, di rumah sendiri. Meskipun bentuk ideal masih belum tercapai, tapi apa yang ada sekarang sudah lebih dari cukup dibanding yang dulu-dulu. alhamdulillah.

Jadi Ibu

Jadi ibu itu….

Melihat waktu jadi semakin berharga. Bisa duduk dan nyampul buku dengan tenang itu nikmat. Bisa duduk dan buka laptop. Bisa duduk sampai segelas minuman coklat habis saja bersyukur dan merasa senang. Bisa duduk dan baca Al-Qur’an langsung. Bisa duduk dan baca buku meski hanya beberapa lembar. Bisa ngetik-ngetik seperti ini. Semua jadi berharga. Semua menjadi menyenangkan.

Bisa keluar rumah meski hanya keliling komplek, terasa menjadi pelepas penat. Sekedar beli jajanan di pinggir jalan euforianya terasa seperti dulu makan di coffee shop. Bisa makan berdua suami. Bisa duduk berdua suami. Subhanallah… Terasa semua jadi lebih berharga. Terasa yang dulu dulu biasa aja karena sering dilakukan, jadi luar biasa.

Meski lelah, senyummu Nak menjadi kebahagiaan bunda. Meski hari terasa begitu singkat bagi bunda, tapi engkau jaauh lebih membutuhkan hari-hari bunda daripada bunda sendiri. Yah tentu, karena bunda adalah seorang ibu.

Menjadi ibu, adalah hal luar biasa. Kekuasaan Allah yang nyata. Bentuk kebesaran Allah yang menjadikan segala kekurangan menjadi begitu terasa sempurna di mata bunda. Alhamdulillah. Nikmat 2 bulan menjadi ibu. 

Malang, 10 Juli 2017

Asiyah 2 bulan 2 hari.

Perlengkapan Bayi Baru Lahir

​Untuk perlengkapan bayi, sebenernya udah mulai cari tau dari bulan ke-empat kehamilan. Tentang apa aja yang harus dibeli, tentang apa aja yang kepake dan nggak kepake kalau si kecil lahir. Dan seiring berjalannya waktu, list inilah yang jadi pegangan waktu berbelanja. Udah nggak bingung karena semua udah tercatat. Menurutku, insya Allah ini nggak kurang. Entah nanti kalau sudah beneran si kecil lahir 🙂 Tapi basicly, ini yang aku dapat dari berbagai searching, lalu aku gabungkan dalam satu list. Di list ini pun ada yang nggak aku beli, atau mungkin belum aku beli karena kayaknya belum butuh. Untuk tandainnya aku tulis “optional”. 

Setelah mencatat, lalu di bulan ke-5 mulai beraniin beli satu atau dua item. Kalo nggak salah waktu itu beli telon cream. Hmm, bener-bener kerasa bau bayinya. Seger… Terus pas kebetulan lagi jalan-jalan ke toko perkap bayi di deket rumah, lihat ada bibs lucu banget, belilah kami satu item itu. Memang, aku ngerencanain beli-beli barang si kecil itu mulai di bulan ke-6 aja. Bulan ke-5 cuma jalan-jalan, liat harga, hunting tempat belanja dengan harga terjangkau. Memasuki bulan ke-6, aku beli sebagian besar pakaian calon bayi. Alhamdulillah, sekarang bersyukur banget waktu itu udah nyicil beli. Selain karena qadarullah di bulan ke-7 dan ke-8 berhalangan beli-beli, juga karena bagian pakaian ini agak sedikit ribet. Ribetnya adalah, karena kelengkapan pakaian bayi ini kecil-kecil, dan butuh langsung beli agak banyak, tentu akan capek kalau semua harus dibeli di satu waktu.

Memasuki bulan ke-9, alhamdulillah bisa beli-beli. Lega rasanya, soalnya bulan ke-7 dan ke-8 seharusnya kan waktu yang baik buat beli2. Kenapa? karena dekat waktu lahir, tapi nggak terlalu mepet banget waktu lahir. Tapi alhamdulillah ala kulli haal, qadarullah kemarin bisanya beli di bulan ke-9. Alhamdulillah masih diberi kemampuan untuk beli walau mepet banget. Tapi jadi lebih mantep juga mau milih barang apa aja yang harus dibeli, dan yang nggak harus dibeli sekarang juga. Oke, berikut list nya 🙂

All about pakaian bayi

  1. bedong
  2. popok tali
  3. clodi
  4. alas ompol
  5. kaus dalam
  6. baju kutung
  7. baju lengan pendek
  8. baju lengan panjang
  9. celana pop
  10. celana panjang
  11. celana panjang tutup kaki
  12. sarung tangan dan kaki
  13. tutup kepala
  14. selimut tudung
  15. jumper (optional – ada jumper panjang dan jumper pendek)
  16. legging (optional)
  17. baju pergi-pergi (optional)
  18. Organizer pakaian bayi (yang sebenernya ini organizer pakaian dalam orang dewasa). Ini sebenernya optional, tapi ternyata sangat membantu terutama kalau lagi buru2. Pengasuh yang lain; suami atau nenek juga terbantu dengan ini. Foto terlampir.

Perlengkapan Tidur

  1. baby nest (+guling bayi)
  2. perlak tidur
  3. selimut
  4. kelambu

Perlengkapan Mandi dan Toiletries

  1. Handuk 4 pcs
  2. Washlap tangan 4 pcs
  3. bak mandi
  4. sabun+shampoo
  5. kasa steril
  6. betadine
  7. alkohol 70%
  8. kapas bulat
  9. tissue basah
  10. tissue kering
  11. telon minyak
  12. telon cream
  13. cologne
  14. sisir
  15. gunting kuku
  16. peniti bayi
  17. sedot ingus
  18. baby oil untuk pijat
  19. diaper cream / boleh juga minyak butbut
  20. bedak liquid (optional; aku belum tau sih ini sama nggak bolehnya sama bedak tabur atau enggak) 
  21. termometer digital
  22. cutton bud
  23. diapers untuk newborn (popok sekali pakai)
  24. wadah / organizer untuk semua toiletries (sementara aku pakai bagus wrap, bener2 manfaat! Masya Allah)

Keperluan ASI

  1. wadah penyimpan ASI (optional; ada yang botol ada yang berupa kantong)
  2. sikat botol (optional)
  3. breast pump (optional)
  4. Cooler bag (optional; untuk menyimpan ASI perah dari rumah sakit/rumah bidan)
  5. semacam cup feeder / boleh juga sendok untuk ASI (optional)
  6. lap mulut / washcloth / slaber ASI
  7. panci steril / alat steril elektrik (optional)
  8. bantal menyusui
  9. apron menyusui
  10. breast pad (ada yang disposable ada yang kain)

Keperluan Lain

  1. Gendongan model sling
  2. gendongan model ransel (optional)
  3. tas bayi (optional)
  4. stroller
  5. car seat (optional)

Tambahan

  1. Jemuran putar
  2. detergen khusus pakaian bayi
  3. keranjang baju
  4. plastik tempat sampah khusus diapers
  5. ember cuci khusus clodi dan pakaian bayi
  6. tempat ganti popok (ada perlaknya)

Keperluan ibu setelah melahirkan

  1. korset
  2. gurita
  3. pembalut nifas
  4. bra menyusui
  5. alat suntik (dibuang jarumnya; untuk menampung kolustrum di awal-awal menyusui – jaga2 kalau keluarnya ASI masih dikit.)

    Alhamdulillah sebagian besar yang terbeli terpakai, nggak ada yang mubadzir insyaa Allah. Ada perlengkapan bayi penting lainnya yang belum aku tuliskan? Feel free untuk tulis di comment ya! 😉

    Bicara Soal Parenting

    Pertama, saya bukanlah siapa-siapa untuk berbicara masalah parenting. Alasan utamanya, saya belum memiliki anak- sehingga tidak ada pengalaman mendidik dan mengasuh seorang anak. Alasan lainnya…. belum pernah secara berkala berkecimpung di dunia anak, belum pernah juga membersamai pertumbuhan seorang anak dari saudara atau kerabat saya..tentu itu karena anak dari sepupu-sepupu saya tinggal di kota yang cukup jauh dari kota di mana saya tinggal.

    Bicara soal anak, rasanya masih jauh dari kehidupan saya. Namun, untuk bisa berkomentar masalah parenting, dari sedikit yang saya tahu, ada hal-hal yang mungkin dapat saya simpulkan. Mungkin saja, di antara pembaca, ada yang bisa memberi masukan… kalau-kalau saya salah dalam menulis.

    Membaca buku-buku parenting, artikel, dan teori soal psikologi anak, banyak masukan tentang bagaimana memperlakukan anak. Sikap yang tepat sebagai orang tua. Terkadang semua itu terlalu fokus pada bagaimana memperlakukan anak-anak, tapi lupa bagaimana memperbaiki diri sebagai manusia. Jangan sampai, dunia yang sedikit, mengalihkan akhirat yang banyak. Jangan sampai, anak-anak melalaikan kita dari mengingat Allah. Selalu memohon pertolongan dari Allah.

    Mungkin kalau saya terlalu fokus pada bagaimana memperlakukan anak-anak, saya akan lupa bahwa anak-anak juga membutuhkan ibu yang baik akhlaknya. Mungkin sebenarnya seorang anak lebih membutuhkan ibu yang baik akhlaknya yang sikapnya sanggup menembus relung hatinya dari kebaikan akhlak seorang ibu. Mungkin nanti saya bisa lupa kalau ternyata akhlak adalah pendidikan terbaik yang bisa diterima anak-anak, karena dalam akhlak terdapat ketulusan, keistiqomahan, dahsyatnya kasih sayang, mendengar dengan hati, raga dan jiwa, dan segudang hal bukan teori (yang belum saya ketahui) yang lahir dari tulusnya akhlak seseorang. Saya sendiri, belum mengetahui bagaimana akhlak yang sangat baik itu. Tentu kita semua ingin mengetahuinya, lantas tertular dengan sikapnya, akhlak yang baik. Tentu parameter akhlaknya adalah Islam. Only Islam. Akhlak di sini adalah akhlak yang sesuai Qur’an dan Sunnah, sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Thus, kita harus terus belajar karenanya.

    Roti Tawar Susu

    image

    Roti tawar susu “Sofa”, produksi di Bangil. Tau roti ini dari Ammi Saleh di Surabaya, dan ternyata Ammi jual juga. Rasanya? Enak masya Allah, mengenyangkan juga, beda dengan roti tawar yang biasa dibeli.

    Hujan Sore-Sore

    Ingin yang berguna buat akhirat ? kurangi yang menyita waktu dunia. Nanti pun, kan ditanya kenapa kita tidak melakukan sesuatu yang kita katakan. Lebih banyaklah dengar kajian, akan senantiasa merasa terus diingatkan. 🛀🛀🛀

    #hujansoresore

    Madu Sarang

    Berawal dari ibu waktu itu nggak sengaja cerita, bahwa ternyata madu yang waktu itu dikasih ke kami belum yakin bahwa itu madu asli. Waktu itu aku sendiri belum kepikiran buat konsumsi madu, apalagi madu mentah alias madu raw. Iya dulu emang pernah rutin minum madu, tapi saat udah mulai konsen di makan makanan yang lainnya, semacam habba, zaitun, kurma, perlahan madu tak lagi dikonsumsi. Terutama karena waktu madunya lagi abis dan belum nemu lagi madu yang enak rasanya.

    Ketika ibu mengatakan itu tadi, aku jadi inget lagi tentang konsumsi madu, terutama maunya madu yang asli yang seperti diceritakan ibu. Ibu masih belum tau mau beli madu yang beneran asli itu di mana. Setelah sebulan dua bulan berlalu sejak itu, aku ber-FC. Pembahasan kita udah sampai manfaat madu kan. Ternyata madu yang benar-benar membawa manfaat adalah madu yang belum diproses. Madu ini namanya madu mentah atau raw honey. Madu raw ini langsung diambil dari sarangnya, nggak diapa-apakan. Ada yang diikutkan beserta sarangnya, ada juga yang tidak pakai sarang. Nggak ada proses pabriknya untuk pengemasan dan pengawetan. Sehingga madu ini benar-benar masih membawa manfaat aslinya madu.. Hmm sounds yummy right? 🙂

    Nah terpikirlah di mana  yaa aku bisa beli madu kayak gitu, mengingat sulitnya mencari sendiri orang yang jual madu seperti itu, dan belum tentu terpercaya. Jadi aku tanya langsung sama yang memberi materi tentang madu raw itu, dan direkomendasikan kepada seseorang. Mulailah searching-searching dan alhamdulillah paling tidak udah memegang 1 kontak buat beli madu yang raw. Bersyukur… petunjuk dari Allah.

    Pertama kali membuka kemasan madunya, excited. Karena ini pengalaman pertama makan madu yang masih ada sarangnya. Hingga sampai pada tahap sangat menyukai madu ini. Maa syaa Allah, nikmatt.. lezatt… Alhamdulillah

    Nah inilah madu sarangnya 🙂

    image

    image

    Susu Kedelai

    image

    Susu kedelai asli, aroma kedelai+ ada jahenya.

    Alhamdulillah, sempet dilema juga minum kedelai ini, karena info yang beredar di internet memang mungkin tak sepenuhnya benar. Awalnya aku nggak tau kalau oleh Sinshe abu muhammad sudah pernah dibahas di Radio Rodja. Jadi aku berpatokan pada pembahasan dari sisi herbal tentang pembahasan manfaat kedelai dari Radio Rodja aja, karena tentu sudah dikaji secara ilmiah. Maa sya Allah jadi nggak ragu lagi mengonsumsi susu kedelai.

    Kopi Eva

    Waktu perjalanan balik ke rumah, memang udah dijadwalkan buat mampir di ‘warung kopi’. Akhirnya pilihan itu jatuh di Kopi Eva Resto atau Eva Coffee House ini. Letaknya agak jauh dari pusat keramaian, yaitu setelah melewati keramaian di Magelang menuju Ambarawa. Kanan kiri masih banyak pepohonan dan kebun, udaranya juga udah lebih seger dibanding Magelang 🙂 Sebenernya ini postingan refreshing saja, refreshing menulis, cerita-cerita tentang kejadian. Dan bagiku, kopi ini lumayan jadi favorit belakangan ini. Oh ya, tentu favorit tak berarti selalu ada di menu harian. Ia begitu difavoritkan, sehingga sedikit saja bisa menyenangkan. Ya, secangkir kopi setelah sekian lama tentu lebih terasa nikmatnya ya.

    image

    Mampir sini juga karena sebelumnya pernah ngelewatin daerah sini. Ada beberapa warung kopi sejenis (dengan konsep berbeda). Seingetku ada 3 di satu jalan yang sama. Semuanya bertajuk ‘coffee’, tapi yang dijual juga menu-menunya masakan ala Indonesia juga. Oh ya dan ramai banget waktu kita liat sebelumnya, tapi waktu kesini kebetulan alhamdulillah lagi sepi, jadi tenang banget rasanya. Kopinya kopi asli di sini, bukan kopi instan. Ini yang membuat aku juga jadi nggak terlalu kaku melihat kopi. Kopi asli itu baik, sedang kopi instan yang kebanyakan dijual…hmm bisa dilihat sendiri persentase kopinya, dan juga gulanya. Walau di sini jualnya kopi asli, harganya nggak mahal kalau dibandingkan tempat ngopi yang branded 😀 Yah untuk ukuran secangkir kopi asli dan tempat yang indah di sekelilingnya ini nggak mahal 😉

    image

    Nggak hanya menu makanan yang memang Indonesia, menu kopinya juga kebanyakan ditampilkan dengan nama khas indonesia. Di menunya emang ada beragam menu kopi, tapi yang aku inget cuma kopi madu yang dipesen Abuya sama ada menu kopi jahe, juga kopi susu. Aku sendiri pesen menu yang udah familiar aja, cappucino..hehe. Karena aku belum berani mesen menu yang lain, yang nggak kebayang rasanya dan kayaknya memang  belum tentu aku suka.
    Setelah minum kopi, mampir sholat di mushollanya di bagian belakang Kopi Eva. Ternyata belakangnya lebih luas lagi, ada area makan, semacam hotel, kolam renang, dst. Rasanya tempatnya ini sederhana aja lho, tapi bersih trus nyaman. Bikin betah lama-lama istirahat di situ. Tapi perjalanan harus lanjut.

    Sedikit tentang kopi asli… Kopi asli itu menyehatkan, jika diminum dengan cara yang benar. Paling idealnya, kopi asli tanpa gula, lalu diseduh dengan air panas sekitar 90 derajat celcius. Bukan air mendidih yang baru masak. Bukan pula air dingin karena dapat meningkatkan gas terutama terasa bagi penderita Maag 🙂 Atau kalau pun ingin terasa ada manisnya, gunakanlah madu tapi nggak terlalu banyak, karena bisa mengubah cita rasa kopinya. Ini aku denger dari radio rodja lho, pas pembahasan tentang manfaat dan khasiat kopi dari segi thibun nabawi. Kopinya tentu aja kopi asli, bukan instan pabrikan. Kopi asli itu menyegarkan, meningkatkandaya konsentrasi, membawa semangat jika diminum di pagi hari, mencegah ngantuk jika diminum di malam hari. Mitos juga kalau kopi itu merusak tubuh, zat-zat yang terkandung di dalam kopi emang bisa rusak kalau kita semakin jauh dari cara minum kopi yang ideal itu.

    🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

    It’s About Skripsi [Selesai Bab 1] ~repost

    mau cerita. 

    Alhamdulillah setelah lewat bab 1 kemarin skripsi jadi lebih mudah. Yang awalnya masih tak bisa dibayangkan, setelah lewat seminar proposal bulan lalu jadi bisa dibayangkan. Memang benar, di Komunikasi bab 1 terkenal sangat-sangat lama. Sejak judul lalu masuk rapat proposal, lalu Bab 1 bisa berbulan-bulan sejak judul fix (belum termasuk ganti-ganti judul). Bab 1 selesai, lalu menunggu lagi untuk seminar proposal. Nah, seminar proposal ini seperti final bab 1, namun biasanya tetap akan ada revisi. Kabar simpang siurnya, motivasi dari dosen juga, kalau sudah lewat bab 1 lancar sudah bab-bab selanjutnya. Aamiin.

    Yang awalnya masih tak bisa dibayangkan, setelah lewat seminar proposal jadi bisa dibayangkan.

    Bener! jadi, intinya skripsi itu kalau sudah bisa dibayangkan sampai akhir, bisa dikerjakan. Intinya, ada tujuan yang bisa dikejar. Ada hasil akhir yang ingin diraih. Kebayang kan kalau tujuan belum ada, ya di bab 1 itulah proses pencarian tujuan. Skripsiku tentang wanita salafi yang mengakses media. So simple! hehe… Seru juga dan lumayan menikmati tema ini. Proses meraih judul ini yang tak mudah, tapi jadi dirasa mudah sekarang. Alhamdulillaah.

    Lama sekali? 

    Saya juga suka pertanyaan ini. Pertanyaan yang terkadang memotivasi sekali. Pertanyaan yang selalu timbul dalam hati, hehe. Namun jika ada orang yang berkomentar seperti itu, tidak juga berkecil hati, tidaklah mengapa. Mengapa? Tak apa. Biarlah orang-orang berkomentar apa, tentu kita yang menjalani dan tau mengapa kita menjadi seperti yang saat ini kita pilih. Setiap orang, punya alasan. Kita tidak pernah akan tau sampai kita bertanya, bukan? Apakah bisa kita hanya berandai-andai? Tak kan pernah tau sampai kita butuh untuk ingin tahu. Dan mungkin saja, sesuatu yang terlihat tidak baik, sejatinya baik. Dan sesuatu yang terlihat baik, sejatinya tak baik. Maka, dengan bertanya akan membuka semuanya. Bahkan dari satu pertanyaan, muncullah penelitian, yang akhirnya jadi sebuah karya skripsi tebal. Tetapi terkadang, tidak semua orang ingin mengetahui, sehingga tidak semua orang akan bertanya tentang alasan-alasan yang kita pilih. Bagi orang-orang, tiada guna proses yang kita jalani, padahal itulah yang terpenting bagi tiap individu. Siapapun mereka. Maka, tips juga, kalau mau mendekati orang / masyarakat, atau ingin kenal dekat, tanyalah proses-proses hidupnya, karena itu lebih dekat kepada dirinya, dan akan lebih cenderung suka untuk bercerita.

    Jadi, tidak akan ada yang peduli tentang skripsi kita hehehe, namun di luar sana akan banyak yang peduli tentang waktu kelulusan kita. Cambuk pribadi 🙂 Akan kau ke manakan lagi saudara-saudara yang bertanya, “sudah lulus?”. Wah tidak siap lagi ah jawab belum, maunya jawab sudah saja 🙂 

    2 Mar 2014

    It’s About Skripsi [Tak Semua Bisa Sesuai Rencana] ~repost

    Mengerjakan skripsi adalah hal yang mudah, setidaknya bagiku. Namun, ada kondisi di mana semuanya berjalan sangat lambat. Pekan lalu dosen ada urusan di luar kota, sehingga belum bisa mengoreksi. Pekan ini (sudah terlewat sepekan), namun masih progress koreksi. Sepekan, bagiku, waktu yang sangat panjang. Sedih sekali terlewat sepekan, yang bagiku, sangat berarti. Namun, ini pasti di luar kuasa kita sebagai manusia. Faktor external yang tidak bisa kita utak-atik, di luar kuasa kita. Pada saat-saat seperti itu, doa adalah satu-satunya jalan.

    Skripsi ini juga, dari tahun lalu berjalan sangat lambat. Sempat ganti judul dua kali, lalu ganti konsentrasi dari strategis jadi media, padahal konsentrasiku strategis, makin melambat. Aku paham strategis, sangat. Tapi media, berarti harus membaca ulang dan memahami dari sudut pandang baru. Aku pun bingung, mengapa? Apa aku se-tidak-bisa itu? Tapi aku yakin bahwa skripsi bukan soal kecerdasan. Ini soal kerajinan yang ditambah ‘takdir’. Takdir dapat tema seperti apa, takdir dapat metode seperti apa, takdir dapet dosen seperti apa, juga takdir tak terbayangkan mengenai lika-liku seperti apa yang dihadapi.

    Misalnya saja, pernah suatu hari, sebut saja mas B, ia adalah satu-satunya asisten dan paling dicari di jurusan #orangpenting. (ctt: di jurusan komunikasi semua dipanggil mas dan mbak, meski sudah ibu-ibu dan bapak-bapak. always young! :D). Setelah menge-print di lantai satu yang disuruh oleh mas B sebagai kelengkapan berkas, pas kembali ke lantai empat ternyata oh ternyata, beliau sudah keluar kampus dan izin, blup! menghilang. hehe. Padahal, deadline kurang dari 20 menit, ditunggu 1 jam tapi tak ada tanda-tanda. Nah kalau sudah seperti ini di luar kuasa. Mulailah mengatung-ngatung, dan berharap.

    Banyak hal, di luar kuasa. Kalau sudah seperti itu, tidak ada yang bisa dilakukan kecuali positive thinking. Mungkin ini yang terbaik, dan memang yang terbaik. Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi, bukan?

    Halo, sudah satu tahun, dan alhamdulillah progress sudah mudah karena bab 1 sudah terlewati, yang artinya semua bisa dijalani. Bab 2, 3, 4 sama-sama dicicil, namun tentu tak mungkin tak ada kendala yang dihadapi. Semua butuh proses untuk menyelesaikannya, dan sangat berharap mbak dosenku as my partner, satu-satunya orang yang saat ini bekerja sama denganku pada proses skripsi ini, membantuku. Sebenernya gak satu juga sih, namun dia adalah pembimbing, sekaligus orang yang mengerti seluk beluk skripsinya. Ia sibuk, tapi bukan berarti ia mengabaikan. Itu yang harus dipercaya mahasiswa pada dosennya.

    Well, pada akhirnya skripsi tetap akan selesai, apapun jalannya. Kemudahan itu dari Allah, mungkin doa yang kurang sehingga Allah belum mengabulkan, atau memang yang terbaik adalah yang demikian. Jadi, tidak ada yang buruk dalam perkara ini..

    Well kayaknya mood sedih ya? Enggak juga, eh tapi iya 😀 tapi enggak kok! #halah :p

    Postingan ini mungkin hanya berarti bagi teman-teman yang ingin tau soal skripsi ya, hmm tapi tidak juga sih. Bahwa mungkin saja (dalam moment-moment hidup Anda) banyak hal di luar kuasa Anda yang terjadi, yang oleh sebab hal tersebut terjadi, tidak Anda ketahui ada jalan-jalan lain yang terbuka untuk kehidupan Anda yang telah Allah tetapkan, yang hakikatnya adalah kebaikan untuk diri Anda dan orang-orang di sekitar Anda. So increase your effort, do it nice, optimist! 🙂

    27 feb 2014

    Gambar